
Balapan Le Mans kali ini dipenuhi dengan ketegangan dan kejutan. Cuaca di Le Mans terkenal susah di prediksi. Setelah semua sesi latihan dan kualifikasi diadakan di bawah terik matahari, hujan yang terjadi di pagi hari sewaktu lomba membuat lintasan menjadi cukup basah sehingga sesi balap 125cc mesti dihentikan dan mengalami re-start. Balapan Moto-GP sendiri dimulai dengan kondisi lintasan kering, karena matahari bersinar cukup terang dan terik, sehingga mampu mengeringkan sisa-sisa hujan di pagi hari. Namun awan hitam menggantung tak jauh dari lintasan balap, dan bisa setiap saat menumpahkan airnya ke bumi.
Colin Edwards, yang hampir berhasil meduduki pole-position untuk kedua kalinya berturut-turut, sangat tidak beruntung start dari posisi 2 dan diapit oleh dua orang starter tercepat di ajang Moto-GP. Ketika para pembalap mulai melaju dan membelok agak ke-kanan memasuki tikungan Dunlop, kedua orang yang mengapitnya, Casey Stoner dan Dani Pedrosa telah mendahului Edwards dan memaksa pembalap Texas itu berada di posisi-3. Dibelakang Edwards, James Toseland yang merupakan rekan setimnya di Tech-3 Yamaha, juga berhasil start dengan baik dari posisi 7 ke 4 di depan Nicky Hayden. Sementara itu Valentino Rossi, kehilangan dua posisi ke posisi 6 di depan duet Suzuki, Chris Vermeulen dan Loris Capirossi.
Para pambalap kemudian mulai mengerem untuk memasuki chicane, Hayden memaksa Repsol Hondanya melewati Toseland melalui sisi luar tikungan. Para pembalap lain selamat melewati tikungan berkelok ini, hanya Randy de Puniet yang kebablasan keluar lintasan, memotong tikungan untuk masuk kembali kelintasan dan meningkatkan posisinya, namun dia dipaksa untuk kembali ke posisinya semula.
Jauh di urutan belakang, Jorge Lorenzo yang dikatakan masih ragu akan kondisi cedera pada kedua pergelangan kakinya mulai terbukti. Start dari urutan 5, pembalap Spanyol itu terpuruk ke urutan 10, sepertinya mantan juara dunia kelas 250cc itu masih berkutat untuk mendapatkan feeling motor Yamahanya. Namun pecundang terbesar pada saat start adalah Marco Melandri, yang terpaksa harus mendorong motor Ducati Desmosedici-nya karena mogok di garis start. Suatu awal yang buruk dari hari yang panjang buat pembalap Itali itu.
Dengan dua saingan utamanya memimpin lomba, Valentino Rossi sepertinya tau bahwa dia harus segera menyusul. The Doctor kemudian merapat ke James Toseland di tikungan Musee, sebelum akhirnya menyelipkan Yamaha M1-nya di sisi dalam tikungan Garage Vert, untuk naik ke posisi 5. Malang bagi Toseland, pergerakan Rossi diikuti oleh Suzuki-nya Chris Vermeulen, dan ketika para pembalap mencapai ujung dari trek lurus-belakang-lintasan, pembalap Australi itu telah berada di sisi dalam Toseland dan akhirnya dapat mengambil alih posisi ketika memasuki tikungan Chemin des Boeufs.
Ketika mereka melewati garis start untuk pertama kalinya, 4 pembalap terdepan, Pedrosa, Stoner, Edwards dan Hayden, mulai membuat jarak kecil dengan pembalap dibelakang mereka, namun pada saat mereka melaju menuju tikungan Dunlop, The Doctor mulai mendekati mereka. Di depan sekali, Stoner berusaha menggunakan kekuatan Ducati-nya untuk mencoba menjauh, namun Pedrosa masih dapat mengikutinya. Sewaktu mendekati chicane, Pedrosa mencoba melaju untuk mendapatkan sisi dalam tikungan, namun dia terlalu jauh untuk dapat mengambil alih pimpinan lomba.
Pedrosa mencoba taktik lain ketika mereka berada di tikungan La Chappelle yang panjang, bertahan di sisi luar tikungan dengan mempertahankan kecepatan tikungan maksimalnya untuk dapat melaju lebih cepat di tikungan Musee. Dia berhasil melewati ban belakang Stoner, tapi tidak mampu melewati ban depannya, ketika mereka membanting setir untuk tikungan tajam ke kiri, Stoner berhasil mempertahankan posisi pimpinan lomba. Duel antara kedua pemimpin lomba tersebut sepertinya mulai membuat Colin Edwards frustrasi, pembalap Tech 3 Yamaha itu terus membuntuti Pedrosa. Dengan Stoner dan Pedrosa yang saling berjibaku memperebutkan posisi 1, lebar lintasan tidak tersisa buat Edwards untuk melewati kedua pembalap itu sekaligus.
Gerakan menyalip di tikungan La Chapelle mungkin tidak berhasil buat Pedrosa, namun cukup berhasil buat Rossi. Berhasil menyalip di sisi dalam tikungan Mussee, pembalap Italia tersebut berancang-ancang untuk mengejar tiga pembalap terdepan. Hanya membutuhkan satu putaran, dan ketika mereka mencapai tikungan Musee lagi, Rossi sudah berada di belakang Edwards. Tiga pembalap terdepan sekarang telah menjadi empat, rapat dan saling mengikuti.
Casey Stoner dan Dani Pedrosa sepertinya tidak mau tau atau tidak peduli akan apa yang terjadi dibelakang mereka. Mantan musuh bebuyutan di kelas 250 cc itu saling berlomba dengan sengitnya. Pedrosa nampak memiliki kecepatan di bagian tikungan, namun Stoner memiliki cukup kelebihan dalam pengereman untuk menghilangkan keuntungan yang dimiliki Pedrosa melalui kecepatan tikungannya. Kedua pembalap itu membalap dengan rapatnya, seakan-akan menyatu.
Ketika mereka melintasi tikungan La Chappelle untuk ke-4 kalinya, empat pembalap terdepan mempertotonkan proses menyalip yang hampir serupa. Di depan, Dani Pedrosa menyelip disisi dalam dari Casey Stoner dalam usahanya untuk menyalip, pada saat yang sama Valentino Rossi melakukan manuver yang sama terhadap mantan rekan setim-nya Colin Edwards. Perbedaannya hanya pada timing. Gerakan mereka hampir sama, namun Pedrosa mengerem terlalu terlambat untuk mampu masuk dan menyalip di tikungan dan tidak banyak lagi ruang tersedia di lintasan. Pembalap Spanyol itu melebar di tikungan Musee, memberi kesempatan buat Casey Stoner untuk mengambil alih pimpinan lomba kembali, dan menempatkan Rossi pada posisi sejajar dengannya. Gerakan Rossi menyalip Edwards telah dimulai sekitar 20 meter lebih awal dibandingkan dari gerakan Pedrosa menyalip Stoner, dan Rossi berhasil menyalip tanpa kesulitan.
Kemudian Rossi berhasil menyalip Pedrosa di tikungan Garage Vert, namun bagian trek setelah ini adalah bagian dimana Pedrosa sangat kuat dan kencang. Pembalap Repsol Honda itu mendapatkan kecepatan yang cukup ketika keluar dari dua tikungan kanan dan meluncur keluar dari belakang Rossi dan mengambil kembali posisi 2 ketika mereka memasuki tikungan Chemin des Boeufs. Tapi keunggulan Pedrosa atas Rossi hanya bertahan satu-setengah lap. Rossi telah rapat dibelakang Pedrosa kembali ketika mereka melewati tikungan Chemin des Boeufs, dan kemudian menyelipkan Yamaha M1-nya dengan sukses di sisi dalam tikungan ketika memasuki tikungan Esses, dan memantapkan posisinya di tempat ke-2 ketika mereka
melewati garis start kembali.

Setelah melewati Pedrosa, Rossi kemudian mengalihkan perhatiannya ke Casey Stoner yang sedang memimpin lomba. Rossi mendekat ketika mereka melewati tikungan Dunlop, dan terlambat untuk menyalip memasuki chicane. Gagal di chicane, Rossi mencoba trik yang telah berhasil dilakukannya terhadap 2 pembalap sebelumnya, melaju kencang melalui tikungan La Chappelle dan menyelipkan ban depannya di sisi dalam tikungan Musee. Namun Stoner memiliki kemampuan mengerem lebih keras dibandingkan Hayden atau Edwards, dan sang Juara Dunia tersebut berhasil menahan laju The Doctor.
Di lap-lap berikutnya, Rossi hanya bisa mengikuti, sementara Dani Pedrosa mendekat dibelakangnya. Di lap-6, kejadian terulang kembali: Rossi merapat melalui tikungan Dunlop, namun tidak cukup dekat untuk menyalip melalui chicane. Dia mencoba lagi melalui tikungan La Chappelle, namun kembali gagal ketika memasuki tikungan Musee. Jika Valentino Rossi ingin menyalip Casey Stoner, dia harus mencoba cara yang lain.
Ketika empat pembalap terdepan kembali melaju kencang ke kanan melalui tikungan Dunlop, Rossi bertahan untuk tidak menyerang Stoner lagi. Suatu keputusan yang hampir disesalinya, karena ketika dia menoleh ke seblah dalam lintasan, dia sepertinya melihat warna merah, orange dan biru-nya Repsol Honda motor Pedrosa yang mencoba untuk menyalip. The Doctor sangat tidak menginginkan hal seperti itu, dia mengerem lebih telat dan lebih keras dibandingkan Pedrosa di tikungan Dunlop dan kembali unggul ketika memasuki chicane.
Rossi sepertinya memutuskan bahwa dia mesti segera bergerak. Dengan Pedrosa yang menggangu dibelakangnya dan siap mencuri dan menyalip kapan saja, dan Stoner yang menghalangi jalan didepannya, sang juara dunia tujuh kali itu merubah strateginya. Melaju cepat di tikungan La Chappelle, tidak mencoba menyalip di tikungan Musee, namun mencoba menyalip disisi dalam tikungan Garage Vert. Tapi pembalap Australia itu kembali unggul dari Rossi ketika keluar dari Garage Vert. Melaju di trek-lurus belakang, Rossi kembali ke posisinya semula, dengan Stoner di depannya dan Pedrosa yang mencoba mencuri kesempatan dibelakangnya.
Lap berikutnya, Rossi mengulang kembali taktik awalnya, melaju kencang dan cepat di tikungan La Chappelle, dan kemudian menukik untuk menyelipkan Yamahanya memasuki tikungan Musee. Kali ini dia cukup dekat dan bisa menahan Yamaha-nya lebih dalam di tikungan, dan berhasil menyalip Stoner. Begitu memimpin lomba, The Doctor mulai menunjukkan kecepatannya. Dalam setengah lap, Rossi memimpin dengan waktu 4/10 detik, dia menambah 1/10 detik di lap 9. Namun dia sepertinya baru mulai menambah kecepatan; di lap 10, Rossi menambah keunggulannya hampir setengah detik, sebelum menciptakan lap record pada lap 11, dengan catatan 1′34.215. Lap ke 12 kembali The Doctor menciptakan lap record 1′34.2 dan keunggulannya bertambah menjadi 2.6 detik, dan pada titik ini dia menjadi orang tercepat dilintasan. Jika Casey Stoner atau Dani Pedrosa ingin menghentikan Rossi agar tidak melarikan diri, mereka harus bertindak cepat.
Tapi catatan waktu Stoner atau Pedrosa tidak bisa menyamai Rossi. Satu-satunya orang dilintasan yang catatan waktu lap-nya menyamai Rossi adalah Jorge Lorenzo, yang start dengan cukup buruk, turun sampai keurutan 11 pada lap 2, namun akhirnya mulai menemukan ritmenya di lap-lap berikut. Di lap ke 5 dia berhasil menyusul group di depannya dan di lap ke 8 menyalip tiga pembalap sekaligus, Nicky Hayden, Loris Capirossi dan John Hopkins. Kemudian dia mulai menyusul Chris Vermeulen di depannya.
Dibelakang Rossi yang mulai menjauh, Casey Stoner dan Dani Pedrosa masih terus bertengkar menentukan siapa yang pantas memimpin pengejaran terhadap Rossi. Casey Stoner masih memimpin Dani Pedrosa, walaupun sepertinya Pedrosa sedikit lebih cepat dibanding Stoner, namun tidak cukup untuk dapat menyalip pembalap Australia itu.
Di lap 11, Pedrosa mulai bergerak dan berhasil menyalip Stoner di akhir lap 11 setelah membuntuti Stoner dengan rapat di beberapa tikungan. Jika dia ingin mengejar Rossi sepertinya mesti dilakukan segera dan secepat mungkin, karena Rossi masih mencatat sebagai pembalap tercepat dilintasan. Walaupun dia bisa menambah kecepatan namun tidak ada jaminan bahwa The Doctor tidak ikut meningkatkan kecepatannya.
Rossi dalam kondisi terbaiknya dan telah menemukan ritme-nya dalam lomba di Le Mans kali ini. Dengan fokus dan kecepatan seperti ini, satu-satunya yang bisa menghentikan Rossi sepertinya hanya kerusakan mesin atau cuaca buruk yang tiba-tiba mencurahkan hujan dari langit.
Seperti menjawab doa dari para pembalap yang sedang mengejar Rossi, di lap 16, titik-titik hujan mulai turun. Hujan di sebagian lintasan ini pertama kali dirasakan oleh Rossi. Lap pertama dalam kondisi setengah basah ini dilalui tanpa kecelakaan. Di lap 17, The Doctor seperti mengurangi kecepatan, seperti tidak ingin mengambil resiko dalam kondisi yang belum menentu.
Sementara itu dibelakang Rossi, Lorenzo telah berhasil menyalip Vermeulen tepat sebelum hujan turun, dua lap kemudian dia telah merapat dibelakang Edwards. Setelah melewati Stoner, Pedrosa mencoba melarikan diri, tapi sepertinya pembalap Australi itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Di lap 20, Jorge Lorenzo mulai mencari celah untuk menyalip Edwards, berhasil menyalip di tikungan Chemin Des Boeufs, dan mulai mengatur posisi untuk menyalip Casey Stoner. Melewati Stoner, sepertinya hanya menunggu waktu saja. Lorenzo memanfaatkan kecepatan Yamaha M1-nya untuk melaju melewati garis start dalam posisi sejajar dengan Stoner untuk memasuk tikungan Dunlop, dan siap untuk menyalip melalui chicane. Tapi tugas Lorenzo selesai dengan tiba-tiba, setelah bencana menerpa Casey Stoner. Motor Ducati Casey Stoner mendadak melambat, seperti kehilangan tenaga, melaju hanya sedikit lebih cepat dibandingkan orang berlari. Dalam kondisi normal, peluang Stoner dalam balapan telah habis, namun dalam kondisi hujan seperti yang sedang dialami, Stoner sepertinya masih punya harapan, jika dan hanya jika dia dapat mencapai pit, mengganti dengan motor cadangan yang memakai ban basah, kembali ke lintasan sambil berharap beberapa pembalap di depannya terjatuh karena licinnya lintasan. Parahnya, motor Stoner mengalami masalah tepat di awal lap, sementara jalan masuk ke pit berada jauh di akhir lap. Stoner berhasil mencapai pit tapi terpaksa mesti mengatur dan mendorong motornya sepanjang perjalanan, dan dia telah ketinggalan satu putaran dari pembalap lain.
Mendapatkan posisi 3 dengan cuma-cuma, Lorenzo menyiapkan diri untuk serangan ke target berikutnya. Sesuatu yang dilakukannya dengan lihai, keras dan mematikan, Lorenzo melaku cepat melalui tikungan La Chappelle, dan kemudian menempatkan Yamaha-nya dengan brutal dan tepat disisi dalam Honda-nya Pedrosa. Suatu gebrakan yang cukup berani, dan berhasil dilakukannya dengan baik, selanjutnya dia mencoba mengejar Rossi.
Kemalangan Pedrosa belum juga berakhir, kurang dari satu lap setelah musuh bebuyutannya mengalahkannya dengan telak di tikungan Musee, Edwards menyelipkan Tech 3 Yamaha-nya di sisi dalam dari Pedrosa ketika memasuki chicane, dan Pedrosa kehilangan peringkat dari 2 ke 4 hanya dalam rentang 2 lap.
Rossi semakin jauh didepan, keunggulannya mencapai 10 detik ketika lomba menyisakan 5 lap lagi. Rossi hanya perlu mengendarai motornya dengan baik dan selamat sampai garis finish, dan kemenangan sudah pasti ada ditangan.
Rossi sepertinya tetap bisa mempertahankan fokus dan ritme-nya dengan baik, walaupun dia kehilangan setengah detik tiap lap-nya dari para pembalap yang mengejarnya. Rossi akhirnya masuk finish, terlihat lega dan puas, mengingat kemenangan kali ini juga merupakan pertama kalinya dia memenangkan 2 balapan berturut-turut, sesuatu yang terakhir berhasil dicapainya di Barcelona 2006, juga merupakan kemenangannya yang ke 90 di ajang balap motor, menjadikannya sejajar di posisi ke 2 dalam total jumlah kemenangan dengan legenda balap Angel Nieto. Untuk kemenangannya kali ini, Rossi telah menyiapkan perayaan khusus. Rossi berhenti ditengah lintasan dimana Angel Nieto telah menunggu lengkap dengan baju balap dan helm, kemudian Rossi menyilahkan Nieto untuk memboncenginya sampai ke paddock sambil membawa bendera yang bertuliskan "90 + 90", yang merupakan jumlah kemenangan dari dua orang yang berada di atas motor tersebut.

Jorge Lorenzo akhirnya finish di urutan 2, setelah berjuang dengan extra keras setelah sempat tercecer di urutan 11. Pencapaiannya kali ini cukup luar biasa, mengingat kondisi kedua kaki dan pergelangannya yang masih di balut cedera parah, yang membuatnya mesti memakai kursi roda atau 2 tongkat untuk membantunya berjalan di sekitar paddock.
Tempat ke 3 diisi oleh Colin Edwards. Disusul oleh Dani Pedrosa di tempat ke 4, yang mengakibatkannya kehilangan posisi pertama dalam klasemen kejuaraan dunia, 3 angka di belakang Rossi dan jumlah poin yang sama dengan Lorenzo.
Casey Stoner sendiri akhirnya masuk di urutan 16. Setelah berjuang mendorong motornya yang mogok di lap 21, dan terpaksa menggunakan motor cadangan dan ban basah. Namun sayangnya hujan deras yang diharapkan, tak pernah turun. Ban basah justru menjadi hambatan di trek yang agak kering. Finish di urutan 16 menjadikan Stoner tidak mendapatkan poin satu pun juga. Menjadikannya tertinggal 41 poin dalam klasemen kejuaraan dunia di bawah Rossi dan 38 poin dibawah Lorenzo dan Pedrosa. Walaupun masih ada 13 lomba lagi namun sepertinya akan cukup sulit mempertahankan mahkota juara dunia-nya tahun ini, kecuali tiga pembalap diatasnya tersebut masing-masing mengalami gagal lomba. Nomor urut #1 yang dipakai oleh motornya tahun ini tampaknya membawa beban tersendiri.

Balapan MotoGP di Le Mans kali ini cukup seru dan menegangkan. Dengan kemenangannya yang ke 90 diajang lomba balap motor, Valentino Rossi kini mengarahkan perhatiannya untuk memecahkan rekor berikutnya. Jumlah kemenangan Rossi di ajang balap kelas utama MotoGP adalah 64, kurang 4 lagi dari jumlah total kemenangan di kelas utama yang ditorehkan oleh legenda balap Giacomo Agostini. Dengan kondisi Rossi yang berada di puncak seperti sekarang ini, rekor Agostini sepertinya akan pecah sebelum musim tahun ini berakhir. Lomba berikutnya akan diadakan di Mugello, lintasan balap dimana Rossi tidak pernah tekalahkan sejak 2001, The Doctor kemungkinan akan kembali mendekatkan dirinya dalam usaha untuk memecahkan buku rekor balap MotoGP.
Sepertinya akan menjadi lomba yang seru.
We’ll see…