Gas Chamber…
Baru selesai makan siang di kantin tempat ku bekerja. Hari ini menunya adalah nasi, ayam (yang pedesnya minta amplop..), sayur, pisang dan krupuk. Yang paling berkesan dari makan siang barusan adalah ayamnya yang luar biasa pedas, pada waktu ngambil si ayam itu kelihatannya cukup innocent dan tidak terlalu pedas, ada bumbu cabai merah disana sini, tapi kupikir mestinya tidak apa2, toh cabainya bisa kupisahkan nanti. Ternyata dugaan ku meleset 180 derajat… entah apa yang telah dilakukan sang koki, cabai yang dicampur dengan sang ayam itu sangatlah pedas dan telah merasuk ke dalam daging ayam hingga ke sumsum tulang-nya… (agak hiperbola si…). Jadilah aku megap2 kepedesan dan keringatan seperti habis lari marathon, salah satu alasan aku ga gitu suka sambal dan cabai.
Di ujung kantin, terdapat sebuah ruangan yang sering disebut sebagai ‘Gas Chamber’. Ruangan tertutup ini adalah ruangan yang diperuntukkan bagi para perokok dkk, untuk sekadar menikmati dan saling bertukar asap rokok. Asap rokok diruang ini lumayan pekat dan padat, sehingga dari luar tampak seperti kabut tebal dipagi hari. Masuk ruangan ini dan menghirup asapnya yang berkeliaran bisa kurang lebih sama dengan merokok yang sebenarnya… tja…
Aku masih kurang mengerti dengan orang yang begitu getol dan semangat untuk merokok. Dengan sedikit usaha dan berpikir yang jernih dan lancar, banyak informasi dan kesimpulan bisa ditarik kalo bahaya dan mudharat dari rokok adalah jauh lebih besar dari manfaatnya. Memang belon ada orang yang mati ketika sedang asik merokok dan atau sedang memegang puntung rokok, tapi bahaya yang ditimbulkan rokok menurutku berjalan lebih perlahan, munumpuk dan bertambah sedikit demi sedikit sampai pada suatu titik ketika semuanya sudah terlambat and hit the point of no return.. menghancurkan dan merusak hidup dan masa depan sang pelaku tanpa disadari.
Yang bikin agak lebih bingung lagi adalah bahwa banyak perokok juga berasal dari mereka yang biasa dikenal sebagai kaum intelektual ataupun orang2 terpelajar… tapi entahlah apa yang ada dalam pikiran mereka. None of my business, but if you want to kill yourself slowly and painfully, so be it … that’s just very fine.. but please don’t share that smoke with me… thank you!
stupidity can be cured, but ignorance.. goes all the way to the grave…
Comments(0)