November, 2007

Guru Handbook

Salah satu blog yang sering aku buka dan baca adalah blog "The Guru Handbook".

Tulisan-tulisan dan wejangannya cukup membuka mata dan pikiran dalam hal menjadi Guru dalam arti yang cukup luas. Menjadi Guru juga berarti belajar.
Seperti dikatakannya sadar atau tidak sadar kita pernah menjadi "Guru" bagi orang lain. Apakah itu ketika kita mengajar di depan kelas, seminar, pelatihan, mengajar anak sekolah atau mahasiswa, les privat, mengajar tari, senam atau beladiri, mengajar anak berjalan atau berbicara, atau sekadar memberi petunjuk jalan pada orang asing yang bertanya.

Dalam kata" penulisnya sendiri:

You Teach.

Someone, somewhere learns from you.

You teach children to read. You teach adults to swim. You teach IT. You teach religion. You teach physics. You teach your toddler to eat and walk and talk. You teach women to defend themselves against violence. You teach your employees to make cappuccinos. You teach your spouse to change a tire.

You’re confident. You’re insecure. You’ve got a teaching diploma. You don’t. You’re afraid to fail. You’re happy to be here. You don’t know how you got here. You’ve worked your life to get here.

You’re lost.

You’re ready.

You don’t know if it’s worth it.

None of that matters. You teach.

(Welcome - The Guru Handbook)

jum’at 09 nov 2007

Aku biasanya Sholat Jum’at mengambil tempat di luar musholla. Musholla yang terletak di basement parkiran, sepertinya tidak cukup untuk menampung seluruh jama’ah sholat jum’at.
Aku Menggelar alas koran secukupnya di pelataran parkir di samping musholla, dibawah pohon-pohon rindang, langit biru, angin sejuk, kicau burung, suara lalu-lintas dari jalan yang ramai disekitarnya dan kadang-kadang suara operator memberikan pengumuman melalui pengeras suara yang tersebar di parkiran..
Alhamdulillah..

Jum’at hari ini cuaca mendung dan hujan rintik-rintik, pelataran parkiran tak dapat digunakan, mencari tempat untuk menggelar koran dipelataran beratap disekitar musholla. Angin cukup keras, koran untuk alas kepala sujud terbang tertiup angin, aku sujud meletakkan dahi dan mencium debu dan batu pelataran pejalan kaki, Alhamdulillah..

Hari ini udara relatif lebih sejuk dibandingkan siang hari yang biasanya terik dan panas, hujan rintik-rintik, langit gelap berawan, burung berkicau, suara lalu-lintas yang selalu padat, pengumuman operator dari pengeras suara..
Alhamdulillah..

Moto-GP Finally…

Lomba Moto-GP musim 2007 berakhir sudah. Balapan terakhir dan tikungan terakhir, semburan Sampanye terakhir di podium teratas telah di selesaikan di Valencia, Spanyol, hari minggu kemaren (4 Nov). Tayangan balapan musim 2007 yang menampilkan kemampuan skill mengendarai motor, dengan berbagai drama dan tampilan semangat, ketekunan, kekuatan, kelihaian, kelincahan, keindahan, ketegangan, kejatuhan, serta kecelakaan yang menghancurkan motor dan mematahkan beberapa tulang, kemenangan yang diraih dengan sangat mudah atau susah payah, kekalahan yang tipis atau tebal, balapan seru dari awal hingga akhir atau balapan yang membosankan mirip arak-arakan moge, telah berakhir sudah.

Danny Pedrosa memenangi balapan seri terakhir ini, di-ikuti Casey Stoner yang finish di urutan ke-dua. Dengan kemenangan ini dan Rossi yang tidak bisa menyelesaikan lomba dan harus berhenti karena ada masalah pada motornya (seperti yang dikatakan-nya menurut berita), menjadikan Pedrosa menempati posisi ke-2 pada klasemen umum Moto-GP menggeser Rossi.
Rossi sebenarnya hanya butuh satu poin untuk menyelesaikan balapan musim ini di urutan ke-2, dibawah Stoner yang telah mengunci gelar Juara dunia (empat lomba sebelum ini, suatu pencapaian yang luar-bisa untuk menggambarkan kehebatan Stoner dalam mengalahkan lawan-lawan-nya di musim ini). Tapi sepertinya dewi-Fortuna tidak berpihak pada Rossi, setelah mengalami kecelakaan hebat pada sesi kwalifikasi pada hari Sabtu, yang menyebabkan tulang di pergelangan tangan kanan-nya patah di-tiga-tempat-yang-berbeda, Rossi yang diragukan tampil akhirnya ikut pula berlomba dan start dari posisi 17. Rossi hanya perlu melewati 2 pembalap lain untuk bisa mencapai posisi 15 dan mendapatkan satu-poin yang diperlukan-nya dalam klasemen umum. Dalam kondisi kesehatan dan tulang-tulang pergelangan tangan normal, kemungkinan besar dia bisa mencapainya mungkin bahkan lebih, tetapi dengan keadaan pergelangan tangan kanan yang kesakitan, bagi pembalap motor manapun pasti akan cukup menyulitkan, dimana tangan kanan digunakan untuk mengendalikan posisi akselerasi pada motor dan juga untuk menahan dan mengendalikan motor pada saat menikung serta menarik pelatuk rem. Dalam balapan Rossi akhirnya bisa mencapai urutan 15 bahkan sempat mencicipi posisi 14 sebelum akhirnya "the bad-luck strikes again", motor tiba2 melambat dan ngadat.. yang akhirnya memaksa Rossi kembali ke kandang alias pit, dimana dia kemudian menyaksikan jalannya lomba dan melihat Pedrosa yang memenangi balapan serta merebut posisi ke-2 klasemen dari-nya.

Musim balapan tahun ini cukup penuh warna dan berita. Musim tahun ini pula ditandai dengan perubahan-perubahan penting pada pacuan motor dan aturan yang mengatur perlombaan di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Perubahan pertama  dari tahun sebelumnya menyangkut ukuran mesin yang dipangkas dari 990cc menjadi 800 cc, menjadikan ukuran motor lebih kecil, lebih ringan dan lebih lincah untuk dikendarai (gosip-nya, aturan ini dibuat untuk mengakomodasi para pembalap andalan yang bertubuh kecil seperti Pedrosa). Perubahan aturan lain adalah menyangkut ban yang dipakai. Bila sebelumnya setiap tim dapat memakai jumlah ban yang tak-terbatas kapan saja, tahun ini dipakai aturan bahawa tiap-tiap tim hanya boleh memakai ban sebanyak 31 buah untuk depan dan belakang, dan pilihan tipe ban harus sudah diputuskan sebelum sesi latihan pertama yang biasanya dilakukan pada hari Kamis. Pemilihan ban lebih awal sebelum balapan ini, menurut gw, lebih seperti gambling karena kondisi lintasan yang bisa berubah kapan saja sesui suhu dan kondisi permukaan.

Anyway, dari sisi perubahan mesin menjadi 800cc, sepertinya motor Ducati lebih siap dan maju dalam pengembangan-nya dalam menghadapi musim lomba tahun ini. Hal ini terbukti dari kemampuan dan kecepatan puncak dan power motor yang jauh melebihi kemampuan motor-motor dari pabrikan lain. Kenyataan ini membuat pabrikan motor lain berbenah dan berusaha mengejar, hal yang mulai menunjukkan hasil di akhir-akhir musim kompetisi tahun ini. Bila diawal-awal musim, motor Ducati bisa dengan mudah melesat dan mendahului motor-motor pabrikan lain, pada beberapa balapan terakhir hal ini sudah tidak begitu terlihat lagi, bahkan dalam beberapa kesempatan Ducati bahkan dapat terlewati oleh motor-motor lain di lintasan lurus, suatu pemandangan yang tidak mungkin pada awal-awal musim.
Perubahan aturan ban juga ternyata berdampak sangat besar pada performa beberapa tim pada musim ini. Pabrikan ban Bridgestone sepertinya lebih siap dalam mengantisipasi kondisi tahun ini dibandingkan Michelin, hal ini dapat dilihat dari performa Bridgestone yang hampir merata dan mendominasi seluruh balapan di musim ini. Michelin juga sepertinya mulai beradaptasi dan berbenah dan diakhir musim ini kelihatan mulai dapat mengimbangi ketahanan dan kemampuan ban Bridgestone.
Masalah ban ini juga banyak dikeluhkan oleh pembalap andalan yang menggunakan Michelin, seperti Rossi dan Pedrosa. Berita terakhir yang terdengar dari dunia Moto-GP bahwa Rossi akan pindah dan menggunakan ban Bridgestone pada musim lomba tahun depan. Suatu langkah yang cukup berani mengingat Yamaha tidak belum memiliki pengalaman menggunakan ban Bridgestone, akan diperlukan setting dan pengembangan motor yang berbada untuk mengakomodasi kemampuan dan karakter ban yang berbeda pula.

Ada banyak muka-muka baru pada balapan Moto-GP tahun depan. Banyak pula terjadi perpindahan pembalap ke tim-tim yang berbeda. Dengan pengembangan mesin yang sepertinya semakin merata dan kemampuan ban yang kelihatannya sudah mulai seimbang, balapan tahun depan akan cukup menarik untuk dinantikan.
Dengan rencanan kepindahan Rossi ke ban Bridgestone, dapatkah dia membuang sial dan mencapai kembali gelar juara dunia yang terakhir direbut-nya 2 tahun yang lalu. Atau apakan Stoner akan tetap merajalela dan menghancurkan semua pesaing-nya tanpa ampun. Ataukan pembalap yang diharapkan Hondan, Pedrosa akan mulai unjuk gigi. Atau pembalap-pembalap baru yang naik kelas dari 250cc akan dapat menyaingi dan meramaikan perlombaan..??
We’ll see..

Semoga balapan tahun depan bisa lebih fun, exciting dan menarik. Balapan tahun ini so far cukup membosankan, kecuali segelintir lomba yang mempertontonkan pertarungan yang cukup menegangkan.

DVD Asyncrhonous..

Beberapa waktu lalu (jam and tanggal-nya gak terlalu penting), gw beli DVD film Holywood bajakan (kayaknya di Mangga-Dua.. lupa dimana persisnya, sepertinya ini gak terlalu penting juga.. :D).

Masalahnya ketika DVD-filmnya diputar, DVD-bajakan tersebut mulai menunjukkan keanehan. Suara dan gambar dari film yang dihasilkan oleh DVD-bajakan itu gak sinkron.. artinya gambar mendahului suara (delay sekitar 3-5 detik) !! Dang.. gimana ini.. mau tukar DVD-nya tapi tokonya nun-jauh-disana.. sementara waktu sudah mulai agak malam.. mau nunggu besok atau lusa.. tapi gw ada ide.. coba untuk nonton film yang gambar dan suara gak sinkron.. sepertinya menantang dan menarik juga..
Jadilah gw mulai menonton film tersebut.. awalnya cukup sulit juga, ilmu membaca bibir tidak bisa diterapkan karena terganggu suara yang delay beberapa detik, kalau suara di hilangkan, gak enak juga nonton film sambil sunyi-senyap.. tapi setelah lama-lama menonton akhirnya bisa dapat pola and ritme-nya juga. Suara yang kedengaran sekarang, digabungkan dengan gambar yang lewat beberapa detik yang lalu..
Sudah bisa ditebak dan dipastikan tidak senikmat kalo menonton film biasa yang ‘normal’, karena sepertinya otak dipaksa untuk bekerja secara asinkron alias tidak ‘wajar’.. menggabungkan suara dan gambar yang muncul pada detik yang berbeda, dilakukan selama lebih dari satu jam.. dijamin setelah nonton rasanya agak pusing dan mual seperti pengen muntah, kayak mabok laut..
Disarankan untuk istrihat beberapa jenak, untuk mengembalikan kondisi otak. Setelah nonton film dengan pola seperti itu.. kerja otak yang menggabungkan suara dan gambar masih bekerja dengan delay dan jeda beberapa detik.
Gw sempat langsung menonton film lain yang normal setelah menonton film tadi, malah jadi agak pusing juga, ternyata otak-ku masih bekerja dengan pola suara dan gambar yang delay.. ouch..
need to restart and re-fresh.. :D