Lomba Moto-GP musim 2007 berakhir sudah. Balapan terakhir dan tikungan terakhir, semburan Sampanye terakhir di podium teratas telah di selesaikan di Valencia, Spanyol, hari minggu kemaren (4 Nov). Tayangan balapan musim 2007 yang menampilkan kemampuan skill mengendarai motor, dengan berbagai drama dan tampilan semangat, ketekunan, kekuatan, kelihaian, kelincahan, keindahan, ketegangan, kejatuhan, serta kecelakaan yang menghancurkan motor dan mematahkan beberapa tulang, kemenangan yang diraih dengan sangat mudah atau susah payah, kekalahan yang tipis atau tebal, balapan seru dari awal hingga akhir atau balapan yang membosankan mirip arak-arakan moge, telah berakhir sudah.
Danny Pedrosa memenangi balapan seri terakhir ini, di-ikuti Casey Stoner yang finish di urutan ke-dua. Dengan kemenangan ini dan Rossi yang tidak bisa menyelesaikan lomba dan harus berhenti karena ada masalah pada motornya (seperti yang dikatakan-nya menurut berita), menjadikan Pedrosa menempati posisi ke-2 pada klasemen umum Moto-GP menggeser Rossi.
Rossi sebenarnya hanya butuh satu poin untuk menyelesaikan balapan musim ini di urutan ke-2, dibawah Stoner yang telah mengunci gelar Juara dunia (empat lomba sebelum ini, suatu pencapaian yang luar-bisa untuk menggambarkan kehebatan Stoner dalam mengalahkan lawan-lawan-nya di musim ini). Tapi sepertinya dewi-Fortuna tidak berpihak pada Rossi, setelah mengalami kecelakaan hebat pada sesi kwalifikasi pada hari Sabtu, yang menyebabkan tulang di pergelangan tangan kanan-nya patah di-tiga-tempat-yang-berbeda, Rossi yang diragukan tampil akhirnya ikut pula berlomba dan start dari posisi 17. Rossi hanya perlu melewati 2 pembalap lain untuk bisa mencapai posisi 15 dan mendapatkan satu-poin yang diperlukan-nya dalam klasemen umum. Dalam kondisi kesehatan dan tulang-tulang pergelangan tangan normal, kemungkinan besar dia bisa mencapainya mungkin bahkan lebih, tetapi dengan keadaan pergelangan tangan kanan yang kesakitan, bagi pembalap motor manapun pasti akan cukup menyulitkan, dimana tangan kanan digunakan untuk mengendalikan posisi akselerasi pada motor dan juga untuk menahan dan mengendalikan motor pada saat menikung serta menarik pelatuk rem. Dalam balapan Rossi akhirnya bisa mencapai urutan 15 bahkan sempat mencicipi posisi 14 sebelum akhirnya "the bad-luck strikes again", motor tiba2 melambat dan ngadat.. yang akhirnya memaksa Rossi kembali ke kandang alias pit, dimana dia kemudian menyaksikan jalannya lomba dan melihat Pedrosa yang memenangi balapan serta merebut posisi ke-2 klasemen dari-nya.
Musim balapan tahun ini cukup penuh warna dan berita. Musim tahun ini pula ditandai dengan perubahan-perubahan penting pada pacuan motor dan aturan yang mengatur perlombaan di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Perubahan pertama dari tahun sebelumnya menyangkut ukuran mesin yang dipangkas dari 990cc menjadi 800 cc, menjadikan ukuran motor lebih kecil, lebih ringan dan lebih lincah untuk dikendarai (gosip-nya, aturan ini dibuat untuk mengakomodasi para pembalap andalan yang bertubuh kecil seperti Pedrosa). Perubahan aturan lain adalah menyangkut ban yang dipakai. Bila sebelumnya setiap tim dapat memakai jumlah ban yang tak-terbatas kapan saja, tahun ini dipakai aturan bahawa tiap-tiap tim hanya boleh memakai ban sebanyak 31 buah untuk depan dan belakang, dan pilihan tipe ban harus sudah diputuskan sebelum sesi latihan pertama yang biasanya dilakukan pada hari Kamis. Pemilihan ban lebih awal sebelum balapan ini, menurut gw, lebih seperti gambling karena kondisi lintasan yang bisa berubah kapan saja sesui suhu dan kondisi permukaan.
Anyway, dari sisi perubahan mesin menjadi 800cc, sepertinya motor Ducati lebih siap dan maju dalam pengembangan-nya dalam menghadapi musim lomba tahun ini. Hal ini terbukti dari kemampuan dan kecepatan puncak dan power motor yang jauh melebihi kemampuan motor-motor dari pabrikan lain. Kenyataan ini membuat pabrikan motor lain berbenah dan berusaha mengejar, hal yang mulai menunjukkan hasil di akhir-akhir musim kompetisi tahun ini. Bila diawal-awal musim, motor Ducati bisa dengan mudah melesat dan mendahului motor-motor pabrikan lain, pada beberapa balapan terakhir hal ini sudah tidak begitu terlihat lagi, bahkan dalam beberapa kesempatan Ducati bahkan dapat terlewati oleh motor-motor lain di lintasan lurus, suatu pemandangan yang tidak mungkin pada awal-awal musim.
Perubahan aturan ban juga ternyata berdampak sangat besar pada performa beberapa tim pada musim ini. Pabrikan ban Bridgestone sepertinya lebih siap dalam mengantisipasi kondisi tahun ini dibandingkan Michelin, hal ini dapat dilihat dari performa Bridgestone yang hampir merata dan mendominasi seluruh balapan di musim ini. Michelin juga sepertinya mulai beradaptasi dan berbenah dan diakhir musim ini kelihatan mulai dapat mengimbangi ketahanan dan kemampuan ban Bridgestone.
Masalah ban ini juga banyak dikeluhkan oleh pembalap andalan yang menggunakan Michelin, seperti Rossi dan Pedrosa. Berita terakhir yang terdengar dari dunia Moto-GP bahwa Rossi akan pindah dan menggunakan ban Bridgestone pada musim lomba tahun depan. Suatu langkah yang cukup berani mengingat Yamaha tidak belum memiliki pengalaman menggunakan ban Bridgestone, akan diperlukan setting dan pengembangan motor yang berbada untuk mengakomodasi kemampuan dan karakter ban yang berbeda pula.
Ada banyak muka-muka baru pada balapan Moto-GP tahun depan. Banyak pula terjadi perpindahan pembalap ke tim-tim yang berbeda. Dengan pengembangan mesin yang sepertinya semakin merata dan kemampuan ban yang kelihatannya sudah mulai seimbang, balapan tahun depan akan cukup menarik untuk dinantikan.
Dengan rencanan kepindahan Rossi ke ban Bridgestone, dapatkah dia membuang sial dan mencapai kembali gelar juara dunia yang terakhir direbut-nya 2 tahun yang lalu. Atau apakan Stoner akan tetap merajalela dan menghancurkan semua pesaing-nya tanpa ampun. Ataukan pembalap yang diharapkan Hondan, Pedrosa akan mulai unjuk gigi. Atau pembalap-pembalap baru yang naik kelas dari 250cc akan dapat menyaingi dan meramaikan perlombaan..??
We’ll see..
Semoga balapan tahun depan bisa lebih fun, exciting dan menarik. Balapan tahun ini so far cukup membosankan, kecuali segelintir lomba yang mempertontonkan pertarungan yang cukup menegangkan.