April, 2008

MOTOGP 2008, Estoril-Portugal

Balapan Estoril menempatkan Jorge Lorenzo pada pole position, start di urutan pertama pada tiga balapan Moto-GP pertama, oleh seorang rookie, adalah suatu rekor tersendiri. Start di posisi-2 adalah Dani Pedrosa, yang sepertinya sangat bermusuhan dengan Jorge Lorenzo, walupun sama2 berasal dari Spanyol. Permusuhan keduanya telah dimulai dan disulut sejak balapan pertama di Qatar. Pada balapan tersebut, Lorenzo finish di urutan ke-2 sementara di podium yang sama Pedorsa menempati urutan ke-3. Pedrosa mungkin senang dengan finish urutan ke-3 yang dicapainya, tetapi sepertinya dia tidak begitu bahagia berbagi podioum dengan Lorenzo, yang sepertinya sangat tidak disukainya. Lorenzo sempat mengeluh bahwa Pedrosa tidak memberinya selamat di podium di Qatar tersebut. Dan di Jerez, giliran Lorenzo yang menunjukkan ketidaksenangannya, mungkin cukup kecewa karena hanya finish di urutan ke-3 dibalapan di negrinya sendiri, sementara Pedrosa finish di urutan pertama. Kejadian di podium Jerez tersebut sempat ditengahi oleh Raja Spanyol, yang sempat memberikan hadiah, memaksa kedua rival-sengit tersebut untuk saling bersalaman, sesuatu yang akhirnya dilakukan oleh Pedrosa seperti seakan-akan sedang dicabut gigi-nya.

Dengan posisi Jorge Lorenzo pada pole position, yang mencetak waktu fantastis pada sesi kualifikasi, dan Dani Pedrosa pada urutan start ke-2, yang ditakutkan akan sulit untuk terkejar jika si-kecil Spanyol ini mampu memimpin sejak start, maka kemungkinan bahwa upacara podium di Estoril ini dapat menjadi drama tragedy yang jauh dari penyerahan piala2 biasa. Tanda-tanda dan naga-naga-nya sudah terlihat di parc fermé setelah Lorenzo dan Pedrosa menyelesaikan kualifikasi pada posisi 1 dan 2, mereka dikabarkan seperti berusaha saling menghindari satu sama lain, sementara Valentino Rossi yang juga berada di parc fermé kelihatan seperti menahan bingung. Bila kedua Spaniard ini berhasil finish dan naik ke podium bersama, akan menjadi suatu pemandangan yang menarik.

Tentu saja podium bukanlah tempat yang didapat secara cuma-cuma, hasil-hasil lomba sebelumnya juga bukanlah jaminan untuk mendapatkan hasil maximal. Syarat pertama adalah memenangkan perlombaan, Lorenzo dan Pedrosa mesti menghadapi dan mengalahkan 16 lawan lainnya yang sama hausnya akan kemenangan dan podium. Tambahan lain adalah bahwa Estoril terkenal dengan cuaca-nya yang susah ditebak, ditambah dengan titik-titik hujan yang turun pada awal lomba. Kedua Spaniard itu sangat cepat di lomba trek-kering, tapi ketika melakukan test pada kondisi basah, mereka cukup kerepotan dan waktu yang dicatat pun tidak mampu membawa mereka ke puncak klasifikasi.

Setelah warm-up lap dan para pembalap berjejer dan siap-siap untuk memulai balapan, terjadi kepanikan di barisan ke-3 start. Ketika Casey Stoner masuk ke garis start untuk menempati posisinya di nomor-9, dia mendapati bahwa tempatnya telah terisi. Sepertinya dalam usaha dan semangatnya untuk meningkatkan peringkatnya dari posisi-12, Loris Capirossi tidak sengaja menempati garis start di depannya. Stoner mencoba protes ke penjaga lomba, tapi masalah kemudian selesai setelah dia menepuk pundak Capirossi. Sang veteran-Italiano itu kemudian menyadari kesalahannya, kedua pembalap kemudian turun dan mendorong motor masing2 menuju ke garis start yang benar.

Buat Casey Stoner, kejadian tersebut hanya menambah daftar nasib-sial yang dialami sang Juara-Dunia selama di Estoril kali ini. Hanya dalam kondisi dingin dan basah, kekuatan dan ketangguhan Stoner benar2 kelihatan. Ketika track mengering, jago Australi itupun bermasalah, jatuh dari Ducatinya dalah suatu kecelakaan sederhana dan motor Ducati-nya-pun seperti sulit untuk dikendalikan selama sesi latihan. Wiken yang panjang buat Stoner dan sepertinya nasib-sialnya masih belum berakhir.

Dengan seluruh pembalap kini telah berada dalam posisi masing2, seluruh perhatian tertuju pada lampu2 start dan tikungan pertama di kejauhan. Dengan titik2 hujan yang terus turun, tak ada yang tau seberapa kuat cengkraman ban pada permukaan aspal, apakah seluruh pembalapa dapat selamat melewati tikungan-1 yang cukup tajam itu?

Dan Start dimulai.
Pertarungan dua Spaniard langsung terjadi begitu lampu start padam tanda lomba dimulai. Dani Pedrosa memberikan pukulan pertama, melesat dari garis start seperti pada lomba2 sebelumnya. Pedrosa memimpin Valentino Rossi, yang mendahului Jorge Lorenzo memasuki tikungan pertama. Lorenzo terancam kehilangan posisi berikutnya oleh Nicky Hayden, tetapi Hayden mengambil sisi luar tikungan pertama, dan ketika mereka memasuki tikungan-2, Lorenzo menguasai posisi yang lebih baik dan mempertahankan posisi ke-3-nya. Hayden yang justru kehilangan posisi-4 oleh Andrea Divisiozo.

Di urutan depan, pelajaran beraharga dari Jerez sepertinya masih panas dalam ingatan Valentino Rossi. The Doctor tau bahwa dia tidak dapat membiarkan Dani Pedrosa memimpin di depan, karena dengan trek balapan yang kosong didepannya, pembalap Repsol Honda itu akan sangat sulit untuk dikejar. Ketika memasuki tikungan ke-3, Rossi menyelipkan Fiat Yamaha-nya disisi dalam tikungan dan mengambil alih pimpinan lomba. Memanfaatkan kemelut di depan-nya, Lorenzo memperoleh kesempatan untuk menyelipkan Yamaha-nya di samping Rossi. Rossi sempat memimpin di tikungan-4, tapi Lorenzo dapat mengambil kembali pimpinan lomba memasuki tikungan-5, dan untuk sementara lomba dipimpin oleh Jorge Lorenzo.

Dibelakang Rossi, Andrea Dovizioso mulai merangkak dan bergerak mendekat. Memasuki tikungan-6, rookie-Italiano itu memaksa mesin-satellite-Honda-nya disisi dalam tikungan dan mengambil alih posisi-3 dari Dani Pedrosa, dan mulai mendekati Rossi. Selewat Dovizioso, Pedrosa masih belum bisa tenang, karena dibelakang-nya John Hopkins sudah sangat dekat dengan-nya, disusul oleh Nicky Hayden dan Colin Edwards. Tapi Hopper tidak mampu menyalip Pedrosa, dan dalam beberapa tikungan berikutnya pembalap Amrik tersebut mesti merelakan Pedrosa menjauh.

Ketika para pembalap memasuki tikungan terakhir yang berputar panjang (disebut juga parabolica) menuju ke garis start untuk memulai lap-2, Valentino Rossi menunjukkan seberapa besar keinginannya untuk memimpin lomba. Rossi membuntuti dan menempel rekan setim-nya, bahkan sempat melindas pinggir lintasan dan kehilangan momentum karenanya. Dibelakangnya, Dani Pedrosa juga membuntuti dan memanfaatkan hambatan angin yang lebih rendah dibelakang Dovizioso. Ketika kembali mencapai tikungan pertama, Rossi berhasil merebut posisi-1 sementara Pedrosa gagal mendahului Dovizioso di urutan-3.

Walaupun terdapat titik-titik hujan diawal lomba, ban para pembalap sepertinya tidak kehilangan grip. Dengan mendung yang semakin tebal, pengatur lomba memutuskan untuk mengibarkan bendera putih, tanda para pembalap boleh mengganti motor dengan setingan ban-basah jika mereka ingin. Namun sepertinya hujan tak juga turun sampai akhir lomba.

Bendera putih mungkin telah dikibarkan, namun para pembalap sepertinya tidak ada yang menyerah. Empat pembalap yang memimpin lomba tetap lengket satu sama lain. Di awal lap-3, Pedrosa berhasil mengalahkan Dovizioso dalam adu cepat menuju tikungan pertama.
Dalam 6 lap berikutnya, Rossi, Lorenzo, Pedrosa dan Dovizioso menunjukkan kecepatan yang berimbang. Masing2 memiliki kekuatan di bagian lintasan yang berbeda. Suatu saat Valentino Rossi sepertinya akan menjauh namun setengah lap berikutnya, tiga pembalap dibelakangnya mulai merapat kembali.

Diurutan ke-5, John Hopkins menyusul, satu detik dibelakangnya ada Colin Edwards dan Nicky Hayden. Dibelakang mereka, juara dunia tahun lalu, Casey Stoner bertarung dengan 5 pembalap lain, terjadi saling susul dan salip diantara mereka. Sampai suatu saat Casey Stoner mampu melewati Chris Vermeulen dan sepertinya akan mulai mengejar pembalap2 lain di depannya seperti yang berhasil dilakukannya di Qatar dan coba dilakukan di Jerez. Tapi nasib-buruk Stoner sepertinya belum berakhir, Vermeulen berhasil menyalipnya kemudian James Toseland membuat Stoner mundur ke urutan-10. Selanjutnya, sebuah kotak kontrol elektronik, salah satu bagian dari kamera ti-vi dan GPS yang dipasang pada masing2 motor pembalap, lepas dari dan tergantung menggantung dibagian kiri setang kemudi Ducati-nya Stoner. Sesuatu yang sepertinya cukup menganggu Stoner dalam usaha mengedalikan motornya.

Pada lap ke-11, Pedrosa yang berulang kali berusaha melewati Lorenzo pada tikungan pertama akhirnya berhasil, dan 2 lap berikutnya mulai mengejar Rossi yang lap time-nya tetap konstan sementara lawan2-nya semakin cepat. Sementara Lorenzo yang telah disalip dan berada di urutan-3, mampu mengikuti dan mengimbangi kecepatan Pedrosa.
Lorenzo akhirnya mulai menunjukkan taring-nya. Lorenzo menyalip Pedrosa pada tikungan-1, membalas apa yang dilakukan Pedrosa 2 lap sebelumnya. Tinggal seorang lagi yang memisahkan Lorenzo dan urutan pertama, tapi Valentino Rossi bukanlah pembalap yang gampang dan mudah disalip dan dikalahkan. Susah atau tidak, Lorenzo mulai mengintai Rossi, mengikutinya dengan rapat di setiap tikungan, sampai akhirnya Lorenzo mendapatkan celah sempit ketika akan menanjak dan masuk ke dalam chicane, suatu manuver yang susah dan sangat berani. Jika Rossi pernah punya bayangan akan di perlakukan dengan hormat oleh rekan-rookie-setimnya, maka bayangan itu hancur-lebur sudah. Cara Lorenzo menyalipnya seakan-akan tidak menaruh respect sama sekali akan nama besar Rossi.

Pada saat ini, dari empat pembalap terdepan, catatan waktu Rossi adalah yang paling lambat. Satu lap berikutnya, Lorenzo menambah jarak sampai 0.3 detik didepan Rossi, yang sekarang sibuk menahan laju Pedrosa. Hanya 2 lap Rossi mampu menahan Pedrosa, yang selanjutnya berusaha mengejar Lorenzo yang telah jauh didepan. Pedrosa sepertinya tidak ingin dikalahkan begitu saja oleh rekan senegaranya itu.

Setelah Lorenzo dan Pedrosa lewat, masalah lain mulai mengejar Valentino Rossi. Andrea Dovizioso mulai menempel di belakang Rossi, dia kemungkinan masih punya kenangan manis menyalip The Doctor di Qatar, dan sepertinya Dovizioso ingin mengulanginya lagi. Dovizioso mulai menambah laju dan usahanya untuk dapat menyalip Rossi. Mungkin karena terlalu bersemangat, satu lap berikutnya Dovizioso sepertinya terlalu memaksa dalam satu tikungan, yang akhirnya mengantar diri dan motor-nya bukannya ke podium tapi malah ke gravel.
Rossi telah diselamatkan oleh nasib baik, namun masalah lain datang dan melaju lebih cepat dibelakangnya dalam bentuk Nicky Hayden, yang telah berhasil melewati Colin Edwards. Namun nasib Hayden persis sama dengan Dovizioso, dalam usahanya mengejar dan mendekat untuk mencapai posisi-3 yang berarti podium, sesuatu yang sudah lama tidak dirasakan oleh Hayden, dia memaksa terlalu keras dan akhirnya tergelincir di tikungan yang sama dengan Dovizioso. Podium ke-3 sepertinya untuk sementara cukup aman buat Rossi, karena dibelakanganya Edawards tertinggal cukup jauh, 5 detik.

Dengan Rossi yang semakin jauh tertinggal, perebutan juara sepertinya hanya akan berlangsung antara Pedrosa dan Lorenzo. Pedrosa mencoba mendekat tapi sepertinya Lorenzo tetap mampu mempertahankan jarak setiap lap-nya.
Lorenzo akhirnya finish dan menjuarai balapan Estoril kali ini. Dengan menjadi juara di balapan ketiga-nya setelah memimpin klasifikasi di ketiga lomba, dan mencatat lap tercepat di Estoril, merupakan sesuatu yang cukup luar biasa. Yamaha sepertinya tidak salah dalam mengambil Lorenzo sebagai calon pengganti Rossi.
Seperti biasa setelah memenangkan suatu balapan, Lorenzo selalu menancapkan bendera ‘Lorenzoland’ di gravel sirkuit, dan untuk pertama kalinya bendera ‘Lorenzoland’ berkibar di Moto-GP.

Sementara itu reaksi Dani Pedrosa yang finish di urutan ke-2 memperlihatkan reaksi yang berbeda. Si kecil Spaniard itu kelihatan memukul tanki Honda-nya, seperti menunjukkan amarah atau frustasi karena kalah, mungkin karena yang menang adalah Lorenzo. Pedrosa menyebut kesalahan dalam memilih perbandingan gigi sebagai biang keladi kekalahan-nya.

Valentino Rossi tetap di urutan ke-3, 12 detik setelah Lorenzo. Sepertinya Rossi masih memiliki masalah dengan ban, yang kali ini adalah Bridgestone. The Doctor sendiri menyatakan bahwa Yamaha-nya masih perlu banyak belajar dan adaptasi terhadap ketahanan bang Bridgestone. Selain itu dalam lomba kemaren, Rossi memilih tipe ban ’soft’, mungkin demi menghadapi cuaca yang dingin dan kemungkinan hujan, yang justru terjadi adalah panas yang cukup di lintasan membuat ban-nya cepat aus dan kehilangan grip.

Finish di-urutan 4 adalah Yamaha yang dikendarai oleh Colin Edwards dare team Tech 3, yang menggunakan mesin Yamaha terbaru berkatup pneumatic. Tidak seperti tahun2 sebelumnya, team Tech 3 biasanya menghuni urutan buncit, tapi dengan 2 pembalap mantan juara Superbike dalam tim ini dan dukungan mesin penuh dari Yamaha, team Tech 3 telah berubah menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan, atau minimal dapat mengacaukan perebutan gelar juara dunia tahun ini. Menyusul finish di urutan 5 adalah Jhon Hopkins dengan Kawasakinya, yang sepertinya makin berkembang di setiap lombanya.

Finish di tempat ke-6 adalah Casey Stoner. Sang Juara bertahan sepertinya terganggu oleh kotak eletronic yang lepas dari setang motornya. Finish ke-6 setelah balapan sebelumnya hanya menempati urutan ke-11, mungkin bukan awal yang begitu baik dalam mempertahankan juara dunia-nya. Sementara itu motor2 Ducati yang lain, terseok-seok diurutan akhir. Sepertinya ada masalah dengan Ducati, atau mungkin juga pabrikan motor yang lain telah meningkatkan dan memperbaiki performa mesin dan motor mereka setelah dipecundangi dengan telak oleh Ducati tahun lalu.

Kemenangan Lorenzo menjadikannya memiliki total nilai kejuaraan dengan Pedrosa. Lorenzo juga mengalahkan Pedrosa sebagai pembalap termuda yang naik ke podium Moto-GP 3 kali berturut-turut. Sesuatu yang tidak mungkin dapat direbut kembali oleh Pedrosa.
Sebelum musim 2008 dimulai, para pengamat menilai akan terjadi gesekan dan ledakan yang serius di tim Yamaha yang ditimbulkan oleh keberadaan dua pembalap dengan ego yang sama besarnya. Namun dinding sekat yang dipasang di garasi tim Yamaha, untuk menjaga kerahasiaan masing2 pabrikan ban yang berbeda, sepertinya juga cukup kuat untuk memisahkan kedua pembalap Yamaha dari kemungkinan masalah interpesonal diantara mereka.
Dan sepertinya ego mereka tersalur ketempat lain, dan sementara ini terutama ke kubu Dani Pedrosa di Repsol Honda.
Persaingan antara Lorenzo dan Pedrosa kemungkinan akan mendorong mereka untuk berusaha keras saling mengalahkan lagi. Dengan talenta tinggi yang dimiliki masing2 pembalap Spanyol tersebut, kemungkinan akan terjadi balapan seru dengan mereka mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka.

MOTOGP 2008, Jerez

Balapan MOTO-GP minggu kemaren mengambil tempat di Jerez-Spanyol.
Pembalap tuan rumah menjadi favourite pada balapan ini. Lorenzo memimpin pole position, sementara Pedrosa selalu tampil cemerlang pada balapan Jerez.
Valentino Rossi yang tetap menjadi unggulan di tiap balapan start dari posisi 5, dan Casey Stoner - juara dunia tahun lalu - di urutan 7.

Ketika lampu2 start dipadamkan, para pembalap berlomba dan berebut mencapai tikungan pertama untuk memimpin lomba. Pada awalnya Jorge Lorenzo sepertinya mendahului pembalap lain, tapi duet pembalap Honda Dani Pedrosa dan Nicky Hayden menyodok ke depan. Pedrosa memimpin sekeluarnya dari tikungan ke dua disusul Jorge Lorenzo yang mendepak Hayden ke posisi 3.

Casey Stoner seperti biasanya melakukan start dengan sangat baik dan kencang, melaju dari posisi start 7 ke posisi 4 mengalahkan dan menggeser Colin Edwards pada tikungan-2, dan mulai mengejar Hayden. Dibelakang Edwards, Loris Capirossi juga melakukan start dengan cemerlang, memulai start dari baris ke-4, mengungguli Rossi yang tergusur ke posisi 7. Sekali lagi Rossi melakukan start dengan tidak mulus, sementara para saingannya melaju dan menjauh Rossi terjebak di belakang pembalap lain.

Dipertengahan lap-1, Rossi berhasil menyalip Capirossi, sementara di depannya, Stoner tengah bersiap-siap memanfaatkan top-speed Ducati di satu-satunya jalur lurus di sirkuit ini untuk menyalip Hayden dan mengambil alih posisi-3, yang berhasil dilakukannya. Di posisi terdepan Pedrosa mulai menjauh dengan cepat sementara Lorenzo berusaha tetap bertahan mengikutinya.
Sementara itu dibelakang mereka, serombongan pembalap lain menyusul dan berebut posisi. Menyelesaikan lap-1, Rossi menyalip Edwards dan mengambil posisi ke-5 pada tikungan pertama lap-2. The Doctor kemudian mulai mendekati Hayden yang mulai tercecer dari Stoner. Tapi menjelang tikungan di pertengahan lomba, Stoner sepertinya melebar, kesempatan ini tidak disia-siakan Hayden yang masuk dan menyalip Stoner. Valentino Rossi menyusul dan menyelipkan Yamahanya disamping Stoner disisi dalam tikungan berikutnya.
Setelah kehilangan 2 posisi dalam waktu singkat, Stoner mencoba unjuk gigi dan mulai mengejar kembali. The Doctor, setelah melewati Stoner, mulai menekan Hayden dibeberapa tikungan berikutnya, Rossi akhirnya berhasil menyalip Hayden di posisi 3.

Melihat Valentino Rossi mulai menjauh di depannya, Stoner sepertinya sadar untuk tidak membiarkan saingan terberatnya itu untuk semakin menjauh begitu saja. Stoner mulai mengejar Hayden dan dalam satu usahanya mendekat, Stoner sepertinya mengerem sedikit lebih telat dari biasanya. Suatu usaha yang sepertinya menjadi boomerang, karena Stoner tidak dapat merebah dan membelokkan Ducatinya pada waktunya. Untuk menghidari jatuh, Stoner terpaksa keluar lintasan dan mencicipi gravel dari sirkuit Jerez. Mr. Perfect sepertinya tidak terlalu perfect pada penampilannya kali ini. Stoner tidak terjatuh, tapi akibat terjebak dalam pasir, dia kehilangan banyak posisi dan kembali ke lintasan untuk menempati urutan buncit. Kejadian keluar lintasan ini lebih baik dibandingkan dengan saat dia terjatuh sewaktu latihan.
Sementara itu Rossi mulai mendekati Lorenzo, setelah beberapa usaha yang gagal di beberapa tikungan, Rossi akhirnya bisa melewati rekan setim-nya itu dan mulai usahanya untuk mengejar Pedorasa yang jauh di depan. Tapi sepertinya mengejar Pedrosa tidak semudah dan segampang yang mungkin dibayangkan Rossi. Usaha yang dilakukan Rossi sepertinya makin menjauhkan Pedrosa di tiap putaran-nya, jarak bertambah sepersekian detik tiap lapnya yang makin lama makin menjauhkan Pedrosa di depan. Pedrosa akhirnya finish di urutan pertama.
Di belakang Rossi, Lorenzo juga terus menguntit dan mengejar Rossi sementara di belakangnya Hayden juga mulai mengejar. Sampai satu titik, Hayden cukup dekat untuk melakukan trik menyalip-nya, mungkin karena terlalu keras memaksa mengejar, Hayden sempat selip dan hanya siku dan lututnya (yang sempat bertahan dan menyentuh tanah) dan keberuntungan yang menyelamatkan-nya dari kejatuhan untuk  mencium aspal dan bergulingan di gravel. Setelah kejadian ini, Hayden kehilangan momentum dan waktu untuk mengejar Lorenzo.
Lorenzo tidak berhasil mengejar rekan se-tim-nya, Rossi, yang menggunakan ban Bridgestone.
Rossi sendiri ketika melewati garis finish untuk memulai lap-terakhir, seperti melambat dan mengangkat jari dan tangan seperti merayakan sesuatu. Tampaknya Rossi merasa bahwa perlombaan telah berakhir, tapi dia cukup cepat menyadari kesalahannya dan melihat Lorenzo yang mulai mendekat. Rossi akhirnya memacu motornya kembali dan menyelesaikan lomba di urutan ke-2. Podium ke-100 untuk Rossi, suatu pencapain yang cukup luar-biasa dan mencatatkan dirinya dalam lembaran sejarah MOTO-GP sebagai salah satu pembalap yang terbaik pada jaman-nya atau sepanjang jaman.
Lorenzo finish di urutan ke-3, podium ke-2 dalam 2 perlombaan pertamanya di kancah MOTO-GP. Selain itu dia telah dua kali memimpin ‘pole-position’, sepertinya Lorenzo akan menjadi kandidat kuat untuk mengacaukan perebutan gelar juara dunia tahun ini. Menyusul Hayden di posisi-4.

Posisi-5 diperebutkan oleh 4 pembalap. Mereka saling tempel dengan ketat selama perlombaan. Menuju tikungan terakhir pada lap-tearkhir, Toseland memimpin kelompok 4 pembalap ini. Dovisiozo sepertinya punya ide lain untuk mencuri posisi-5 dari Toseland dan ketika memasuki tikungan terakhir tersebut, Dovisiozo memaksa masuk dari sisi-dalam tikungan sehingga memaksa Toseland menahan laju Yamaha-nya. Persaingan kedua pembalap ini membuka peluang bagi Capirossi yang berada di belakang mereka, dan tidak menyia-nyiakan pintu yang terbuka. Capirossi akhirnya menyalip kedua pembalap didepannya dan finish di urutan-5, disusul Toseland, Hopkins dan Dovisiozo.

Stoner finish di urutan ke-11, setelah dua kali mendarat di gravel dalam usahanya mengejar pembalap2 didepannya. Dikatakan bahwa Jerez bukanlah tipe sirkuit yang cocok untuk Ducati dengan kemampuan mesin-nya yang besar. Estoril yang merupakan lomba berikutnya, dikatakan akan cocok dan sesuai dengan karakter mesin Ducati.

Next stop, Estoril - Portugal, April 13th.