May, 2008

MotoGP 2008 - Le Mans

Lemans05

Balapan Le Mans kali ini dipenuhi dengan ketegangan dan kejutan. Cuaca di Le Mans terkenal susah di prediksi. Setelah semua sesi latihan dan kualifikasi diadakan di bawah terik matahari, hujan yang terjadi di pagi hari sewaktu lomba membuat lintasan menjadi cukup basah sehingga sesi balap 125cc mesti dihentikan dan mengalami re-start. Balapan Moto-GP sendiri dimulai dengan kondisi lintasan kering, karena matahari bersinar cukup terang dan terik, sehingga mampu mengeringkan sisa-sisa hujan di pagi hari. Namun awan hitam menggantung tak jauh dari lintasan balap, dan bisa setiap saat menumpahkan airnya ke bumi.

Colin Edwards, yang hampir berhasil meduduki pole-position untuk kedua kalinya berturut-turut, sangat tidak beruntung start dari posisi 2 dan diapit oleh dua orang starter tercepat di ajang Moto-GP. Ketika para pembalap mulai melaju dan membelok agak ke-kanan memasuki tikungan Dunlop, kedua orang yang mengapitnya, Casey Stoner dan Dani Pedrosa telah mendahului Edwards dan memaksa pembalap Texas itu berada di posisi-3. Dibelakang Edwards, James Toseland yang merupakan rekan setimnya di Tech-3 Yamaha, juga berhasil start dengan baik dari posisi 7 ke 4 di depan Nicky Hayden. Sementara itu Valentino Rossi, kehilangan dua posisi ke posisi 6 di depan duet Suzuki, Chris Vermeulen dan Loris Capirossi.

Para pambalap kemudian mulai mengerem untuk memasuki chicane, Hayden memaksa Repsol Hondanya melewati Toseland melalui sisi luar tikungan. Para pembalap lain selamat melewati tikungan berkelok ini, hanya Randy de Puniet yang kebablasan keluar lintasan, memotong tikungan untuk masuk kembali kelintasan dan meningkatkan posisinya, namun dia dipaksa untuk kembali ke posisinya semula.

Jauh di urutan belakang, Jorge Lorenzo yang dikatakan masih ragu akan kondisi cedera pada kedua pergelangan kakinya mulai terbukti. Start dari urutan 5, pembalap Spanyol itu terpuruk ke urutan 10, sepertinya mantan juara dunia kelas 250cc itu masih berkutat untuk mendapatkan feeling motor Yamahanya. Namun pecundang terbesar pada saat start adalah Marco Melandri, yang terpaksa harus mendorong motor Ducati Desmosedici-nya karena mogok di garis start. Suatu awal yang buruk dari hari yang panjang buat pembalap Itali itu.

Dengan dua saingan utamanya memimpin lomba, Valentino Rossi sepertinya tau bahwa dia harus segera menyusul. The Doctor kemudian merapat ke James Toseland di tikungan Musee, sebelum akhirnya menyelipkan Yamaha M1-nya di sisi dalam tikungan Garage Vert, untuk naik ke posisi 5. Malang bagi Toseland, pergerakan Rossi diikuti oleh Suzuki-nya Chris Vermeulen, dan ketika para pembalap mencapai ujung dari trek lurus-belakang-lintasan, pembalap Australi itu telah berada di sisi dalam Toseland dan akhirnya dapat mengambil alih posisi ketika memasuki tikungan Chemin des Boeufs.

Ketika mereka melewati garis start untuk pertama kalinya, 4 pembalap terdepan, Pedrosa, Stoner, Edwards dan Hayden, mulai membuat jarak kecil dengan pembalap dibelakang mereka, namun pada saat mereka melaju menuju tikungan Dunlop, The Doctor mulai mendekati mereka. Di depan sekali, Stoner berusaha menggunakan kekuatan Ducati-nya untuk mencoba menjauh, namun Pedrosa masih dapat mengikutinya. Sewaktu mendekati chicane, Pedrosa mencoba melaju untuk mendapatkan sisi dalam tikungan, namun dia terlalu jauh untuk dapat mengambil alih pimpinan lomba.

Pedrosa mencoba taktik lain ketika mereka berada di tikungan La Chappelle yang panjang, bertahan di sisi luar tikungan dengan mempertahankan kecepatan tikungan maksimalnya untuk dapat melaju lebih cepat di tikungan Musee. Dia berhasil melewati ban belakang Stoner, tapi tidak mampu melewati ban depannya, ketika mereka membanting setir untuk tikungan tajam ke kiri, Stoner berhasil mempertahankan posisi pimpinan lomba. Duel antara kedua pemimpin lomba tersebut sepertinya mulai membuat Colin Edwards frustrasi, pembalap Tech 3 Yamaha itu terus membuntuti Pedrosa. Dengan Stoner dan Pedrosa yang saling berjibaku memperebutkan posisi 1, lebar lintasan tidak tersisa buat Edwards untuk melewati kedua pembalap itu sekaligus.

Gerakan menyalip di tikungan La Chapelle mungkin tidak berhasil buat Pedrosa, namun cukup berhasil buat Rossi. Berhasil menyalip di sisi dalam tikungan Mussee, pembalap Italia tersebut berancang-ancang untuk mengejar tiga pembalap terdepan. Hanya membutuhkan satu putaran, dan ketika mereka mencapai tikungan Musee lagi, Rossi sudah berada di belakang Edwards. Tiga pembalap terdepan sekarang telah menjadi empat, rapat dan saling mengikuti.

Casey Stoner dan Dani Pedrosa sepertinya tidak mau tau atau tidak peduli akan apa yang terjadi dibelakang mereka. Mantan musuh bebuyutan di kelas 250 cc itu saling berlomba dengan sengitnya. Pedrosa nampak memiliki kecepatan di bagian tikungan, namun Stoner memiliki cukup kelebihan dalam pengereman untuk menghilangkan keuntungan yang dimiliki Pedrosa melalui kecepatan tikungannya. Kedua pembalap itu membalap dengan rapatnya, seakan-akan menyatu.

Ketika mereka melintasi tikungan La Chappelle untuk ke-4 kalinya, empat pembalap terdepan mempertotonkan proses menyalip yang hampir serupa. Di depan, Dani Pedrosa menyelip disisi dalam dari Casey Stoner dalam usahanya untuk menyalip, pada saat yang sama Valentino Rossi melakukan manuver yang sama terhadap mantan rekan setim-nya Colin Edwards. Perbedaannya hanya pada timing. Gerakan mereka hampir sama, namun Pedrosa mengerem terlalu terlambat untuk mampu masuk dan menyalip di tikungan dan tidak banyak lagi ruang tersedia di lintasan. Pembalap Spanyol itu melebar di tikungan Musee, memberi kesempatan buat Casey Stoner untuk mengambil alih pimpinan lomba kembali, dan menempatkan Rossi pada posisi sejajar dengannya. Gerakan Rossi menyalip Edwards telah dimulai sekitar 20 meter lebih awal dibandingkan dari gerakan Pedrosa menyalip Stoner, dan Rossi berhasil menyalip tanpa kesulitan.

Kemudian Rossi berhasil menyalip Pedrosa di tikungan Garage Vert, namun bagian trek setelah ini adalah bagian dimana Pedrosa sangat kuat dan kencang. Pembalap Repsol Honda itu mendapatkan kecepatan yang cukup ketika keluar dari dua tikungan kanan dan meluncur keluar dari belakang Rossi dan mengambil kembali posisi 2 ketika mereka memasuki tikungan Chemin des Boeufs. Tapi keunggulan Pedrosa atas Rossi hanya bertahan satu-setengah lap. Rossi telah rapat dibelakang Pedrosa kembali ketika mereka melewati tikungan Chemin des Boeufs, dan kemudian menyelipkan Yamaha M1-nya dengan sukses di sisi dalam tikungan ketika memasuki tikungan Esses, dan memantapkan posisinya di tempat ke-2 ketika mereka
melewati garis start kembali.

Lemans02_1


Setelah melewati Pedrosa, Rossi kemudian mengalihkan perhatiannya ke Casey Stoner yang sedang memimpin lomba. Rossi mendekat ketika mereka melewati tikungan Dunlop, dan terlambat untuk menyalip memasuki chicane. Gagal di chicane, Rossi mencoba trik yang telah berhasil dilakukannya terhadap 2 pembalap sebelumnya, melaju kencang melalui tikungan La Chappelle dan menyelipkan ban depannya di sisi dalam tikungan Musee. Namun Stoner memiliki kemampuan mengerem lebih keras dibandingkan Hayden atau Edwards, dan sang Juara Dunia tersebut berhasil menahan laju The Doctor.
Di lap-lap berikutnya, Rossi hanya bisa mengikuti, sementara Dani Pedrosa mendekat dibelakangnya. Di lap-6, kejadian terulang kembali: Rossi merapat melalui tikungan Dunlop, namun tidak cukup dekat untuk menyalip melalui chicane. Dia mencoba lagi melalui tikungan La Chappelle, namun kembali gagal ketika memasuki tikungan Musee. Jika Valentino Rossi ingin menyalip Casey Stoner, dia harus mencoba cara yang lain.

Ketika empat pembalap terdepan kembali melaju kencang ke kanan melalui tikungan Dunlop, Rossi bertahan untuk tidak menyerang Stoner lagi. Suatu keputusan yang hampir disesalinya, karena ketika dia menoleh ke seblah dalam lintasan, dia sepertinya melihat warna merah, orange dan biru-nya Repsol Honda motor Pedrosa yang mencoba untuk menyalip. The Doctor sangat tidak menginginkan hal seperti itu, dia mengerem lebih telat dan lebih keras dibandingkan Pedrosa di tikungan Dunlop dan kembali unggul ketika memasuki chicane.
Rossi sepertinya memutuskan bahwa dia mesti segera bergerak. Dengan Pedrosa yang menggangu dibelakangnya dan siap mencuri dan menyalip kapan saja, dan Stoner yang menghalangi jalan didepannya, sang juara dunia tujuh kali itu merubah strateginya. Melaju cepat di tikungan La Chappelle, tidak mencoba menyalip di tikungan Musee, namun mencoba menyalip disisi dalam tikungan Garage Vert. Tapi pembalap Australia itu kembali unggul dari Rossi ketika keluar dari Garage Vert. Melaju di trek-lurus belakang, Rossi kembali ke posisinya semula, dengan Stoner di depannya dan Pedrosa yang mencoba mencuri kesempatan dibelakangnya.

Lap berikutnya, Rossi mengulang kembali taktik awalnya, melaju kencang dan cepat di tikungan La Chappelle, dan kemudian menukik untuk menyelipkan Yamahanya memasuki tikungan Musee. Kali ini dia cukup dekat dan bisa menahan Yamaha-nya lebih dalam di tikungan, dan berhasil menyalip Stoner. Begitu memimpin lomba, The Doctor mulai menunjukkan kecepatannya. Dalam setengah lap, Rossi memimpin dengan waktu 4/10 detik, dia menambah 1/10 detik di lap 9. Namun dia sepertinya baru mulai menambah kecepatan; di lap 10, Rossi menambah keunggulannya hampir setengah detik, sebelum menciptakan lap record pada lap 11, dengan catatan 1′34.215. Lap ke 12 kembali The Doctor menciptakan lap record 1′34.2 dan keunggulannya bertambah menjadi 2.6 detik, dan pada titik ini dia menjadi orang tercepat dilintasan. Jika Casey Stoner atau Dani Pedrosa ingin menghentikan Rossi agar tidak melarikan diri, mereka harus bertindak cepat.

Tapi catatan waktu Stoner atau Pedrosa tidak bisa menyamai Rossi. Satu-satunya orang dilintasan yang catatan waktu lap-nya menyamai Rossi adalah Jorge Lorenzo, yang start dengan cukup buruk, turun sampai keurutan 11 pada lap 2, namun akhirnya mulai menemukan ritmenya di lap-lap berikut. Di lap ke 5 dia berhasil menyusul group di depannya dan di lap ke 8 menyalip tiga pembalap sekaligus, Nicky Hayden, Loris Capirossi dan John Hopkins. Kemudian dia mulai menyusul Chris Vermeulen di depannya.

Dibelakang Rossi yang mulai menjauh, Casey Stoner dan Dani Pedrosa masih terus bertengkar menentukan siapa yang pantas memimpin pengejaran terhadap Rossi. Casey Stoner masih memimpin Dani Pedrosa, walaupun sepertinya Pedrosa sedikit lebih cepat dibanding Stoner, namun tidak cukup untuk dapat menyalip pembalap Australia itu.

Di lap 11, Pedrosa mulai bergerak dan berhasil menyalip Stoner di akhir lap 11 setelah membuntuti Stoner dengan rapat di beberapa tikungan. Jika dia ingin mengejar Rossi sepertinya mesti dilakukan segera dan secepat mungkin, karena Rossi masih mencatat sebagai pembalap tercepat dilintasan. Walaupun dia bisa menambah kecepatan namun tidak ada jaminan bahwa The Doctor tidak ikut meningkatkan kecepatannya.
Rossi dalam kondisi terbaiknya dan telah menemukan ritme-nya dalam lomba di Le Mans kali ini. Dengan fokus dan kecepatan seperti ini, satu-satunya yang bisa menghentikan Rossi sepertinya hanya kerusakan mesin atau cuaca buruk yang tiba-tiba mencurahkan hujan dari langit.

Seperti menjawab doa dari para pembalap yang sedang mengejar Rossi, di lap 16, titik-titik hujan mulai turun. Hujan di sebagian lintasan ini pertama kali dirasakan oleh Rossi. Lap pertama dalam kondisi setengah basah ini dilalui tanpa kecelakaan. Di lap 17, The Doctor seperti mengurangi kecepatan, seperti tidak ingin mengambil resiko dalam kondisi yang belum menentu.

Sementara itu dibelakang Rossi, Lorenzo telah berhasil menyalip Vermeulen tepat sebelum hujan turun, dua lap kemudian dia telah merapat dibelakang Edwards. Setelah melewati Stoner, Pedrosa mencoba melarikan diri, tapi sepertinya pembalap Australi itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Di lap 20, Jorge Lorenzo mulai mencari celah untuk menyalip Edwards, berhasil menyalip di tikungan Chemin Des Boeufs, dan mulai mengatur posisi untuk menyalip Casey Stoner. Melewati Stoner, sepertinya hanya menunggu waktu saja. Lorenzo memanfaatkan kecepatan Yamaha M1-nya untuk melaju melewati garis start dalam posisi sejajar dengan Stoner untuk memasuk tikungan Dunlop, dan siap untuk menyalip melalui chicane. Tapi tugas Lorenzo selesai dengan tiba-tiba, setelah bencana menerpa Casey Stoner. Motor Ducati Casey Stoner mendadak melambat, seperti kehilangan tenaga, melaju hanya sedikit lebih cepat dibandingkan orang berlari. Dalam kondisi normal, peluang Stoner dalam balapan telah habis, namun dalam kondisi hujan seperti yang sedang dialami, Stoner sepertinya masih punya harapan, jika dan hanya jika dia dapat mencapai pit, mengganti dengan motor cadangan yang memakai ban basah, kembali ke lintasan sambil berharap beberapa pembalap di depannya terjatuh karena licinnya lintasan. Parahnya, motor Stoner mengalami masalah tepat di awal lap, sementara jalan masuk ke pit berada jauh di akhir lap. Stoner berhasil mencapai pit tapi terpaksa mesti mengatur dan mendorong motornya sepanjang perjalanan, dan dia telah ketinggalan satu putaran dari pembalap lain.

Mendapatkan posisi 3 dengan cuma-cuma, Lorenzo menyiapkan diri untuk serangan ke target berikutnya. Sesuatu yang dilakukannya dengan lihai, keras dan mematikan, Lorenzo melaku cepat melalui tikungan La Chappelle, dan kemudian menempatkan Yamaha-nya dengan brutal dan tepat disisi dalam Honda-nya Pedrosa. Suatu gebrakan yang cukup berani, dan berhasil dilakukannya dengan baik, selanjutnya dia mencoba mengejar Rossi.
Kemalangan Pedrosa belum juga berakhir, kurang dari satu lap setelah musuh bebuyutannya mengalahkannya dengan telak di tikungan Musee, Edwards menyelipkan Tech 3 Yamaha-nya di sisi dalam dari Pedrosa ketika memasuki chicane, dan Pedrosa kehilangan peringkat dari 2 ke 4 hanya dalam rentang 2 lap.

Rossi semakin jauh didepan, keunggulannya mencapai 10 detik ketika lomba menyisakan 5 lap lagi. Rossi hanya perlu mengendarai motornya dengan baik dan selamat sampai garis finish, dan kemenangan sudah pasti ada ditangan.
Rossi sepertinya tetap bisa mempertahankan fokus dan ritme-nya dengan baik, walaupun dia kehilangan setengah detik tiap lap-nya dari para pembalap yang mengejarnya. Rossi akhirnya masuk finish, terlihat lega dan puas, mengingat kemenangan kali ini juga merupakan pertama kalinya dia memenangkan 2 balapan berturut-turut, sesuatu yang terakhir berhasil dicapainya di Barcelona 2006, juga merupakan kemenangannya yang ke 90 di ajang balap motor, menjadikannya sejajar di posisi ke 2 dalam total jumlah kemenangan dengan legenda balap Angel Nieto. Untuk kemenangannya kali ini, Rossi telah menyiapkan perayaan khusus. Rossi berhenti ditengah lintasan dimana Angel Nieto telah menunggu lengkap dengan baju balap dan helm, kemudian Rossi menyilahkan Nieto untuk memboncenginya sampai ke paddock sambil membawa bendera yang bertuliskan "90 + 90", yang merupakan jumlah kemenangan dari dua orang yang berada di atas motor tersebut.

Lemans04

Jorge Lorenzo akhirnya finish di urutan 2, setelah berjuang dengan extra keras setelah sempat tercecer di urutan 11. Pencapaiannya kali ini cukup luar biasa, mengingat kondisi kedua kaki dan pergelangannya yang masih di balut cedera parah, yang membuatnya mesti memakai kursi roda atau 2 tongkat untuk membantunya berjalan di sekitar paddock.
Tempat ke 3 diisi oleh Colin Edwards. Disusul oleh Dani Pedrosa di tempat ke 4, yang mengakibatkannya kehilangan posisi pertama dalam klasemen kejuaraan dunia, 3 angka di belakang Rossi dan jumlah poin yang sama dengan Lorenzo.

Casey Stoner sendiri akhirnya masuk di urutan 16. Setelah berjuang mendorong motornya yang mogok di lap 21, dan terpaksa menggunakan motor cadangan dan ban basah. Namun sayangnya hujan deras yang diharapkan, tak pernah turun. Ban basah justru menjadi hambatan di trek yang agak kering. Finish di urutan 16 menjadikan Stoner tidak mendapatkan poin satu pun juga. Menjadikannya tertinggal 41 poin dalam klasemen kejuaraan dunia di bawah Rossi dan 38 poin dibawah Lorenzo dan Pedrosa. Walaupun masih ada 13 lomba lagi namun sepertinya akan cukup sulit mempertahankan mahkota juara dunia-nya tahun ini, kecuali tiga pembalap diatasnya tersebut masing-masing mengalami gagal lomba. Nomor urut #1 yang dipakai oleh motornya tahun ini tampaknya membawa beban tersendiri.

Lemans03

Balapan MotoGP di Le Mans kali ini cukup seru dan menegangkan. Dengan kemenangannya yang ke 90 diajang lomba balap motor, Valentino Rossi kini mengarahkan perhatiannya untuk memecahkan rekor berikutnya. Jumlah kemenangan Rossi di ajang balap kelas utama MotoGP adalah 64, kurang 4 lagi dari jumlah total kemenangan di kelas utama yang ditorehkan oleh legenda balap Giacomo Agostini. Dengan kondisi Rossi yang berada di puncak seperti sekarang ini, rekor Agostini sepertinya akan pecah sebelum musim tahun ini berakhir. Lomba berikutnya akan diadakan di Mugello, lintasan balap dimana Rossi tidak pernah tekalahkan sejak 2001, The Doctor kemungkinan akan kembali mendekatkan dirinya dalam usaha untuk memecahkan buku rekor balap MotoGP.

Sepertinya akan menjadi lomba yang seru.
We’ll see…

MotoGP 2008, Shanghai - China

Lomba MotoGP Shanghai dipimpin oleh Colin Edwards dari tim Tech-3 Yamaha, yang waktu qualifikasinya mengalahkan waktu yang dicetak oleh Rossi tahun lalu. Valentino Rossi sendiri yang menggunakan Yamaha (tim Fiat) menempati tempat ke-2, masih dengan isu bahwa ban qualifikasi Bridgestone kalah dari Michelin. Tempat ke-3 diisi oleh sang juara dunia, Casey Stoner, yang sepertinya mulai menemukan kembali performa-nya diatas Ducati.

Perubahan cuaca mendadak mewarnai Lomba Moto-GP di Shanghai kali ini. Sesi latihan dan kualifikasi dilakukan dibawah terik Matahari, sementara peramal cuaca mengabarkan akan terjadi hujan pada hari Minggu saat lomba akan dilaksanakan. Dan hujan benar2 terjadi, semalam sebelum lomba dan sesi warm-up di pagi hari menjadi satu2nya kesempatan buat para mekanik dan pembalap untuk mencari setting lomba menggunakan ban basah. Sisa hujan masih kelihatan tetapi keuntungan bagi para pembalap ketika lomba dimulai, trek sudah mulai mengering. Semua pembalap menggunakan ban kering, walaupun lomba dinyatakan sebagai lombah-basah oleh pengatur lomba. Di beberapa bagian trek masih terdapat air yang menggenangi lintasan.
Jorge Lorenzo yang menepati posisi start-4, sewaktu dimulainya sesi-warm-up lap harus mendorong motornya yang mogok, pemandangan yang cukup luar biasa mengingat kondisinya yang masih cedera cukup parah, setelah mengalami kecelakan hebat dalam sesi latihan, dimana kedua pergelangan kaki-nya mengalami patah tulang dan keretakan di beberapa bagian,

Sewaktu start dimulai, Colin Edwards sang pemegang pole-position memimpin rombongan pembalap menuju tikungan pertama, disalip oleh Casey Stoner sesaat sebelum memasuki tikungan pertama. Valentino Rossi, yang start dari urutan ke-2, terpaksa menyaksikan Dani Pedrosa melewatinya dan mengabil posisi 3. Dibelakang Rossi, rekan setim-nya Jorge Lorenzo menyusul berdampingan dengan Loris Capirossi dan Chris Vermeulen. Tapi ketika rombongan ini keluar dari tikungan-3, Edwards kembali mengambil alih pimpinan lomba dan menyalip Stoner yang mulai dibuntuti oleh Rossi, sementara Pedrosa dipaksa bertahan terhadap laju Lorenzo. Nicky Hayden menempati posisi 7 seteleh melewati dua pembalap Suzuki.
Dibeberapa tikungan kemudian, Melandri dipaksa kehilangan posisi oleh Capirossi dan James Toseland, sementara didepan mereka Nicky Hayden dan Jorge Lorenzo saling bertukar posisi memasuki tikungan-11, selanjutnya para pembalap keluar dari tikungan-13 menuju ke trek lurus panjang di sektor belakang sirkuit Shanghai ini.

Secara umum, trek lurus yang panjang bukanlah sesuatu suguhan yang menarik dalam balapan motor, namun pada balapan kali ini akan disaksikan kemampuan top-speed masing2 motor. Dalam lomba tahun lalu, pada trek lurus inilah Casey Stoner membuka gas Ducati-nya sebesar-besarnya untuk kemudian melarikan diri dari para pembalap lainnya, yang memaksa Valentino Rossi melakukan pengereman dititik batas kemampuan maksimalnya hanya untuk mencoba mengejar Stoner. Tahun ini, top-speed masing2 motor tidaklah terlalu jauh berbeda, namun Ducati masih lebih unggul. Pertanyaan-nya adalah, apakah Rossi dapat mengikuti Stoner dan tidak perlu memaksa diri dengan pengereman maksimal di setiap lap?

Melaju di trek lurus, kekuatan tenaga Ducati kembali terlihat. Namun kali ini hanya hanya sedikit, dimana tahun lalu Stoner meninggalkan Rossi dengan sangat jauh dan cepat, tahun ini keuntungan yang didapatnya hanyalah sedikit. Selanjutnya pertarungan dalam hal pengereman kembali, namun karena angin yang bertiup kencang dari belakang mereka, para pembalap mendapati bahwa mereka melaju 10km/jam lebih cepat dibandingkan waktu latihan. Tapi gerombolan pembalap dapat melewati tikungan tajam diujung trek lurus dengan sempurna dengan tidak ada perubahan posisi.

Namun posisi mereka tidak bertahan lama. Ketika gerombolan pembalap terdepan melewati garis start untuk pertama kalinya, Casey Stoner meroket dan melewati Edwards dan mengambil alih pimpinan, sementara dibelakangnya, Dani Pedrosa mengikuti jejak Stoner untuk melewati Rossi. Mungkin karena terlalu cepat melaju untuk memimpin, Stoner terlalu cepat dalam mengambil tikungan-1, dan terpaksa memperlambat laju motor-nya untuk menghindari keluar lintasan, sang juara dunia kemudian dipaksa untuk menyaksikan posisi-nya disalip oleh Edwards dan Pedrosa. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, beberapa tikungan berikutnya Stoner harus merelakan posisi-nya disalip kembali oleh Rossi.

Pergerakan Rossi sepertinya tepat pada waktunya, karena di tikungan yang sama sebelumnya, Dani Pedrosa telah berhasil mengambil alih pimpinan lomba dari Edwards dan mengancam untuk mulai melarikan diri di depan sendirian. Shanghai diingat sebagai tempat Pedrosa menang dalam ajang Moto-GP untuk pertama kalinya dengan cara melaju dan melarikan diri di depan, dan kali ini dengan Rossi yang mengalami paceklik kemenangan terpanjang dalam karirnya, sepertinya The Doctor tidak akan menyerah begitu saja. Sewaktu mereka melaju di trek lurus-belakang untuk kedua kalinya, Rossi telah merayap disamping Edwards dan siap untuk menyalip mengandalkan kekuatan pengeremannya.
Rossi sepertinya memusatkan fokusnya pada Pedrosa. Melewati Edwards dengan mudah, Rossi fokus pada Hondanya Pedrosa, dan sepertinya berpikir untuk sekali mendayung dua-tiga-pulau-terlampaui. Namun Rossi terlambat dan tertinggal cukup jauh dari Pedrosa, dan dalam usaha kerasnya untuk mengejar, dia terpaksa harus mengerem terlalu keras dan menikung terlalu lebar, sehingga kehilangan posisi ke-2 sekali lagi oleh Edwards, dan Pedrosa lepas dari cengkeramannya. Ironisnya, Stoner sendiri fokus dalam mengikuti Rossi, dan ketika Rossi melebar dan mengerem dengan keras, Stoner juga mengikutinya dan hampir keluar dari lintasan.
Posisi Rossi yang melorot hanya berlangsung sebentar. Pembalap Italia itu salanjutnya telah berada kembali dibelakang Edwards menuju tikungan terakhir, dan mampu mengambil posisi-2 memasuki tikungan-1 pada lap berikutnya. Rossi sekarang tinggal mengejar Pedrosa yang telah melaju lebih 1 detik didepan-nya yang punya reputasi memenangi lomba dengan melaju kencang di depan tanpa halangan.
The Doctor mulai mengejar Pedrosa. Rossi memotong keunggulan Pedrosa 3/10 detik pada lap-3 dan 4/10 detik pada lap-4 dan kemudian mulai membuntuti Pedrosa. Rossi, yang percaya pada kelebihan top-speed dari mesin pneumatic-valve Yamaha-nya, menunggu dan mengikuti Pedrosa. Dan ketika mereka memasuki bagian trek-lurus-belakang, Rossi mendekat dan menyalip Pedrosa dengan mudah dan mulai mengerem memasuki tikungan tajan di akhir trek-lurus.

Setelah melewati Pedrosa, Rossi mulai bekerja untuk menjauh didepan. Setelah berhasil memotong keunggulan beberapa detik dari Pedrosa pada tiga lap sebelumnya, maka menjauh dan melarikan diri didepan akan sangat mudah bagi Rossi, namun Pedrosa ternyata mampu bertahan dan mengikutinya. Dengan satu target didepannya untukk diikuti, catatan waktu lap Pedrosa mulai menyamai waktu yang dibuat oleh Rossi, walaupun Rossi masih unggul dan lebih cepat, Pedrosa kini hanya kehilangan sekitar 1/100 detik setiap lap-nya, dan terus menempel The Doctor. Setiap lapnya, Rossi nge-push, menambah kecepatan, dengan catatan waktu yang semakin cepat setiap lap, namun Pedrosa terus menempel. Meninggalkan Pedrosa sepertinya menjadi tugas yang lebih sulit dari yang diharapkan Rossi.

Dibelakang mereka para pembalap lain saling susul dan salip dalam memperebutkan posisi. Stoner berhasil mengabil alih posisi-3 dari Edwards yang melakukan kesalahan menikung, dan dibelakangnya Melandri mulai merangkak naik ke posisi-4.

Jauh didepan, kecepatan duo pimpinan lomba semakin bertambah. Masing2 Rossi dan Pedrosa mulai mencatatkan waktu lap 2′00, dan ketika motor mereka mulai ringan dari bensin yang mulai berkurang dan lintasan yang makin mengering, waktu lap 1′59 mulai pecah. Rossi adalah yang pertama menembus waktu lap dibawah 2′00 pada lap-10, dan Pedrosa mengikuti 2 lap kemudian. Masih beberapa persekian detik yang memisahkan kedua pembalap, Rossi mulai meningkatkan tekanan kembali, dan kembali Pedrosa membalasnya. Mereka berdua melaju hampir 1 detik lebih cepat setiap lap-nya dari para pembalap yang lain, mereka jauh 11 detik didepan dan tak mungkin terkejar oleh pembalap2 dibelakang mereka.
Setiap kali Rossi menekan dan mamacu Yamahanya lebih cepat, menjauh dibagian pertama trek, Pedrosa mengikuti dan melaju lebih cepat di sector 2 dan 3, memangkas keunggulan Rossi sepersekian detik-nya. Pada lap-17, Rossi mulai menekan lagi, dan mendekati waktu lap record di Shanghai, dan kembali lagi Pedrosa mampu menyamai-nya, kali ini hanya kehilangan 1/10 detik. Rossi kembali menekan dan mencatatkan waktu lap 1′59.273, yang memecahkan waktu lap record Pedrosa yang dicatatkan dengan menggunakan mesin Honda-990cc tahun 2006, dan kembali Pedrosa berusaha menyamai dan hanya kehilangan 1/10 detik. Pada lap 19, Rossi kembali mecatatkan waktu lap 1′59.3, namun kali ini Pedrosa sepertinya sudah tidak punya mampu atau tidak berminat lagi untuk mengikuti. Rossi unggul satu detik di lap-19 ini dan unggul satu detik lagi di lap-20. Sewaktu Rossi melewati garis finish, dia unggul 4 detik atas Pedrosa dalam 4 lap terakhir. The Doctor was back.

Setelah Rossi memaksa pindah ke ban Bridgestone pada akhir musim tahun lalu, orang2 mulai bertanya-tanya apakah sang Italiano itu masih punya mojo. Ketenaran Rossi dibangun atas keyakinan bahwa dengan kemampuan luar biasa mengemudi dan membalapnya dia dapat mengubah motor dan mesin yang lemah menjadi pemenang. Salah satu contoh adalah ketika dia pindah dari mesin yang paling dominan di Moto-GP Honda RC211V ke Yamaha yang sangat jauh terbelakang. Dengan meminta ban pindah ke Bridgestone tahun ini, sepertinya Rossi mengakui bahwa kemampuannya telah menurun, dan dia butuh perlengkapan yang terbaik untuk tetap menang. Namun di Shanghai, dia membuktikan bahwa semua itu tidak benar. Trek di China ini bukanlah favorite salah satu merek ban, sehingga unsur ban bukanlah suatu hal yang penting. Cara Rossi memenangkan perlombaan cukup meyakinkan: melakukan manuver dan passing yang sempurna untuk memimpin lomba, dan menekan dari depan untuk memaksa lawan2nya menyerah sendiri.
Hal ini seperti menunjukkan pula bahwa Rossi yang telah lama malang melintang di dunia balap Moto-GP tidak berhenti untuk belajar. Di tahun 2007, Rossi mencoba mengalahkan Casey Stoner dan Dani Pedrosa dengan cara yang sama seperti dia mengalahkan Sete Gibernau dan Max Biaggi, yaitu dengan membuntuti dan mengikuti mereka dengan rapat sampai akhirnya mereka nervous dan membuat kesalahan sendiri. Namun Stoner dan Pedrosa sepertinya kebal dengan tipuan seperti itu, mereka tidak terpengaruh dan terus melaju dengan kencang. Ketika sadar lawan2nya tidak akan melakukan kesalahan, ban motornya telah terlalu aus untuk dipaksa mencoba melakukan manuver passing yang berat.

Di Shanghai kali ini, Rossi memberikan demonstrasi tentang bagaimana cara mengalahkan lawan2 seperti Pedrosa dan Stoner, menyalip mereka di awal lomba dan mulai menekan dari depan, bukan dari belakang. Pedrosa akhirnya menyerah, memilih untuk mengumpulkan angka kejuaraan daripada bertarung melawan Rossi untuk menang. Melawan Biaggi dan Gibernau, Rossi membuat mereka takut akan sesuatu yang tak dapat mereka lihat, dan menekan dari belakang. Melawan Pedrosa kali ini, Rossi membuatnya takut akan apa yang bisa dilihatnya, menyalip ke depan pembalap Spanyol itu dan mulai mengintimidasi dengan kecepatannya, membuat waktu lap yang semakin cepat setiap lapnya. Tidak diragukan lagi bahwa The Doctor juga akan memberikan perlakuan yang sama kepada Casey Stoner begitu ada kesempatan.

Dani Pedrosa walaupun kalah, namun sepertinya cukup puas mendapatkan 20 poin kejuaraan dan menjadikannya memimpin sendirian di klasemen sementara. Dani Pedrosa sepertinya punya tujuan untuk memenangkan kejuaraan dunia tahun ini. Pedrosa kali ini juga telah memberikan suatu perlawanan sengit. Dia telah mencoba menandingi seorang Valentino Rossi yang sedang naik daun sepanjang 17 lap, dan kemudian memilih untuk mendapatkan angka yang aman daripada bertarung mati-mati-an. Selain itu dia telah memaksa Rossi mengeluarkan seluruh kemampuannya, dengan menggunakan motor Honda-nya yang 8km/jam lebih lambat dalam hal top speed. Jika suatu saat nanti Pedrosa mendapatkan mesin baru Honda yang memakai katup pneumatic, akan terbayang pertarungan macam apa yang bisa disuguhkannya.

Juara Dunia Casey Stoner finish 15 detik dibelakang Rossi. Finish di urutan-3 menandai kembalinya Casey Stoner ke podium setelah mengalami masa-masa buruk di dua lomba sebelumnya. Di belakangnya finish ke-4 adalah Jorge Lorenzo, yang sempat terpuruk di urutan-9, Lorenzo berhasil menyalip beberapa pembalap di depannya untuk mencapai urutan ke-4. Dengan kedua engkel-kaki yang retak dan patah, finish diurutan-4 dalam kondisi tersebut merupakan suatu tanda akan talenta dan kekuatan Lorenzo. Finish di urutan-4 di Shanghai ini mungkin terasa lebih hebat daripada kemenangannya di Estoril sebelummnya.

Marco Melandri akhirnya finish diurutan-5 setelah terpuruk di urutan buncit pada pagelaran2 Moto-GP di awal musim ini.  Nicky Hayden dan Colin Edwards menempati urutan 6 dan 7.

Setelah hampir tidak diperhitungkan lagi di awal musim ini, di China, nama2 besar Moto-GP menunjukkan sebab kenapa mereka pantas memiliki nama besar tersebut. Valentino Rossi menunjukkan kehebatannya dalam perlombaan dengan gaya seorang The Doctor, menang dengan cara yang sepertinya mudah. Marco Melandri juga menunjukkan kembali kenapa dia dikenal sebagai pembalap yang terkenal.

Beberapa kesimpulan dapat ditarik, dengan 4 juara di 4 lomba yang berbeda, perebutan title juara dunia tahun ini akan sangat terbuka. Casey Stoner, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi nampaknya dapat memenangi balapan kapan saja dan masih terdapat 3-4 nama lain yang juga kelihatannya mampu untuk memenangi balapan.
Namun pelajaran yang paling berharga dalam lomba Moto-GP di Shanghai kali ini adalah kembalinya The Doctor ke performa terbaiknya. Dia akhirnya bisa mendapatkan set-up ban yang bisa bertahan sampai akhir lomba dan membuatnya dapat menekan dari awal hingga akhir balapan. Setelah 4 balapan dengan menggunakan ban Bridgestone, dia kembali menjadi pemenang, dan menang dengan sangat meyakinkan. Kemenangan ini kelihatan cukup berarti buat Rossi seperti yang ditunjukkannya dalam victory lap. Dalam kondisi terbaiknya seperti ini, The Doctor akan menjadi lawan yang ditakuti dan sulit untuk ditaklukan.

Sepertinya akan menjadi musim balapan Moto-GP yang seru.

Next race: Le-Mans, Prancis. Mengawali 7 seri balapan dalam 9 minggu