MotoGP 2008, Shanghai - China

Lomba MotoGP Shanghai dipimpin oleh Colin Edwards dari tim Tech-3 Yamaha, yang waktu qualifikasinya mengalahkan waktu yang dicetak oleh Rossi tahun lalu. Valentino Rossi sendiri yang menggunakan Yamaha (tim Fiat) menempati tempat ke-2, masih dengan isu bahwa ban qualifikasi Bridgestone kalah dari Michelin. Tempat ke-3 diisi oleh sang juara dunia, Casey Stoner, yang sepertinya mulai menemukan kembali performa-nya diatas Ducati.

Perubahan cuaca mendadak mewarnai Lomba Moto-GP di Shanghai kali ini. Sesi latihan dan kualifikasi dilakukan dibawah terik Matahari, sementara peramal cuaca mengabarkan akan terjadi hujan pada hari Minggu saat lomba akan dilaksanakan. Dan hujan benar2 terjadi, semalam sebelum lomba dan sesi warm-up di pagi hari menjadi satu2nya kesempatan buat para mekanik dan pembalap untuk mencari setting lomba menggunakan ban basah. Sisa hujan masih kelihatan tetapi keuntungan bagi para pembalap ketika lomba dimulai, trek sudah mulai mengering. Semua pembalap menggunakan ban kering, walaupun lomba dinyatakan sebagai lombah-basah oleh pengatur lomba. Di beberapa bagian trek masih terdapat air yang menggenangi lintasan.
Jorge Lorenzo yang menepati posisi start-4, sewaktu dimulainya sesi-warm-up lap harus mendorong motornya yang mogok, pemandangan yang cukup luar biasa mengingat kondisinya yang masih cedera cukup parah, setelah mengalami kecelakan hebat dalam sesi latihan, dimana kedua pergelangan kaki-nya mengalami patah tulang dan keretakan di beberapa bagian,

Sewaktu start dimulai, Colin Edwards sang pemegang pole-position memimpin rombongan pembalap menuju tikungan pertama, disalip oleh Casey Stoner sesaat sebelum memasuki tikungan pertama. Valentino Rossi, yang start dari urutan ke-2, terpaksa menyaksikan Dani Pedrosa melewatinya dan mengabil posisi 3. Dibelakang Rossi, rekan setim-nya Jorge Lorenzo menyusul berdampingan dengan Loris Capirossi dan Chris Vermeulen. Tapi ketika rombongan ini keluar dari tikungan-3, Edwards kembali mengambil alih pimpinan lomba dan menyalip Stoner yang mulai dibuntuti oleh Rossi, sementara Pedrosa dipaksa bertahan terhadap laju Lorenzo. Nicky Hayden menempati posisi 7 seteleh melewati dua pembalap Suzuki.
Dibeberapa tikungan kemudian, Melandri dipaksa kehilangan posisi oleh Capirossi dan James Toseland, sementara didepan mereka Nicky Hayden dan Jorge Lorenzo saling bertukar posisi memasuki tikungan-11, selanjutnya para pembalap keluar dari tikungan-13 menuju ke trek lurus panjang di sektor belakang sirkuit Shanghai ini.

Secara umum, trek lurus yang panjang bukanlah sesuatu suguhan yang menarik dalam balapan motor, namun pada balapan kali ini akan disaksikan kemampuan top-speed masing2 motor. Dalam lomba tahun lalu, pada trek lurus inilah Casey Stoner membuka gas Ducati-nya sebesar-besarnya untuk kemudian melarikan diri dari para pembalap lainnya, yang memaksa Valentino Rossi melakukan pengereman dititik batas kemampuan maksimalnya hanya untuk mencoba mengejar Stoner. Tahun ini, top-speed masing2 motor tidaklah terlalu jauh berbeda, namun Ducati masih lebih unggul. Pertanyaan-nya adalah, apakah Rossi dapat mengikuti Stoner dan tidak perlu memaksa diri dengan pengereman maksimal di setiap lap?

Melaju di trek lurus, kekuatan tenaga Ducati kembali terlihat. Namun kali ini hanya hanya sedikit, dimana tahun lalu Stoner meninggalkan Rossi dengan sangat jauh dan cepat, tahun ini keuntungan yang didapatnya hanyalah sedikit. Selanjutnya pertarungan dalam hal pengereman kembali, namun karena angin yang bertiup kencang dari belakang mereka, para pembalap mendapati bahwa mereka melaju 10km/jam lebih cepat dibandingkan waktu latihan. Tapi gerombolan pembalap dapat melewati tikungan tajam diujung trek lurus dengan sempurna dengan tidak ada perubahan posisi.

Namun posisi mereka tidak bertahan lama. Ketika gerombolan pembalap terdepan melewati garis start untuk pertama kalinya, Casey Stoner meroket dan melewati Edwards dan mengambil alih pimpinan, sementara dibelakangnya, Dani Pedrosa mengikuti jejak Stoner untuk melewati Rossi. Mungkin karena terlalu cepat melaju untuk memimpin, Stoner terlalu cepat dalam mengambil tikungan-1, dan terpaksa memperlambat laju motor-nya untuk menghindari keluar lintasan, sang juara dunia kemudian dipaksa untuk menyaksikan posisi-nya disalip oleh Edwards dan Pedrosa. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, beberapa tikungan berikutnya Stoner harus merelakan posisi-nya disalip kembali oleh Rossi.

Pergerakan Rossi sepertinya tepat pada waktunya, karena di tikungan yang sama sebelumnya, Dani Pedrosa telah berhasil mengambil alih pimpinan lomba dari Edwards dan mengancam untuk mulai melarikan diri di depan sendirian. Shanghai diingat sebagai tempat Pedrosa menang dalam ajang Moto-GP untuk pertama kalinya dengan cara melaju dan melarikan diri di depan, dan kali ini dengan Rossi yang mengalami paceklik kemenangan terpanjang dalam karirnya, sepertinya The Doctor tidak akan menyerah begitu saja. Sewaktu mereka melaju di trek lurus-belakang untuk kedua kalinya, Rossi telah merayap disamping Edwards dan siap untuk menyalip mengandalkan kekuatan pengeremannya.
Rossi sepertinya memusatkan fokusnya pada Pedrosa. Melewati Edwards dengan mudah, Rossi fokus pada Hondanya Pedrosa, dan sepertinya berpikir untuk sekali mendayung dua-tiga-pulau-terlampaui. Namun Rossi terlambat dan tertinggal cukup jauh dari Pedrosa, dan dalam usaha kerasnya untuk mengejar, dia terpaksa harus mengerem terlalu keras dan menikung terlalu lebar, sehingga kehilangan posisi ke-2 sekali lagi oleh Edwards, dan Pedrosa lepas dari cengkeramannya. Ironisnya, Stoner sendiri fokus dalam mengikuti Rossi, dan ketika Rossi melebar dan mengerem dengan keras, Stoner juga mengikutinya dan hampir keluar dari lintasan.
Posisi Rossi yang melorot hanya berlangsung sebentar. Pembalap Italia itu salanjutnya telah berada kembali dibelakang Edwards menuju tikungan terakhir, dan mampu mengambil posisi-2 memasuki tikungan-1 pada lap berikutnya. Rossi sekarang tinggal mengejar Pedrosa yang telah melaju lebih 1 detik didepan-nya yang punya reputasi memenangi lomba dengan melaju kencang di depan tanpa halangan.
The Doctor mulai mengejar Pedrosa. Rossi memotong keunggulan Pedrosa 3/10 detik pada lap-3 dan 4/10 detik pada lap-4 dan kemudian mulai membuntuti Pedrosa. Rossi, yang percaya pada kelebihan top-speed dari mesin pneumatic-valve Yamaha-nya, menunggu dan mengikuti Pedrosa. Dan ketika mereka memasuki bagian trek-lurus-belakang, Rossi mendekat dan menyalip Pedrosa dengan mudah dan mulai mengerem memasuki tikungan tajan di akhir trek-lurus.

Setelah melewati Pedrosa, Rossi mulai bekerja untuk menjauh didepan. Setelah berhasil memotong keunggulan beberapa detik dari Pedrosa pada tiga lap sebelumnya, maka menjauh dan melarikan diri didepan akan sangat mudah bagi Rossi, namun Pedrosa ternyata mampu bertahan dan mengikutinya. Dengan satu target didepannya untukk diikuti, catatan waktu lap Pedrosa mulai menyamai waktu yang dibuat oleh Rossi, walaupun Rossi masih unggul dan lebih cepat, Pedrosa kini hanya kehilangan sekitar 1/100 detik setiap lap-nya, dan terus menempel The Doctor. Setiap lapnya, Rossi nge-push, menambah kecepatan, dengan catatan waktu yang semakin cepat setiap lap, namun Pedrosa terus menempel. Meninggalkan Pedrosa sepertinya menjadi tugas yang lebih sulit dari yang diharapkan Rossi.

Dibelakang mereka para pembalap lain saling susul dan salip dalam memperebutkan posisi. Stoner berhasil mengabil alih posisi-3 dari Edwards yang melakukan kesalahan menikung, dan dibelakangnya Melandri mulai merangkak naik ke posisi-4.

Jauh didepan, kecepatan duo pimpinan lomba semakin bertambah. Masing2 Rossi dan Pedrosa mulai mencatatkan waktu lap 2′00, dan ketika motor mereka mulai ringan dari bensin yang mulai berkurang dan lintasan yang makin mengering, waktu lap 1′59 mulai pecah. Rossi adalah yang pertama menembus waktu lap dibawah 2′00 pada lap-10, dan Pedrosa mengikuti 2 lap kemudian. Masih beberapa persekian detik yang memisahkan kedua pembalap, Rossi mulai meningkatkan tekanan kembali, dan kembali Pedrosa membalasnya. Mereka berdua melaju hampir 1 detik lebih cepat setiap lap-nya dari para pembalap yang lain, mereka jauh 11 detik didepan dan tak mungkin terkejar oleh pembalap2 dibelakang mereka.
Setiap kali Rossi menekan dan mamacu Yamahanya lebih cepat, menjauh dibagian pertama trek, Pedrosa mengikuti dan melaju lebih cepat di sector 2 dan 3, memangkas keunggulan Rossi sepersekian detik-nya. Pada lap-17, Rossi mulai menekan lagi, dan mendekati waktu lap record di Shanghai, dan kembali lagi Pedrosa mampu menyamai-nya, kali ini hanya kehilangan 1/10 detik. Rossi kembali menekan dan mencatatkan waktu lap 1′59.273, yang memecahkan waktu lap record Pedrosa yang dicatatkan dengan menggunakan mesin Honda-990cc tahun 2006, dan kembali Pedrosa berusaha menyamai dan hanya kehilangan 1/10 detik. Pada lap 19, Rossi kembali mecatatkan waktu lap 1′59.3, namun kali ini Pedrosa sepertinya sudah tidak punya mampu atau tidak berminat lagi untuk mengikuti. Rossi unggul satu detik di lap-19 ini dan unggul satu detik lagi di lap-20. Sewaktu Rossi melewati garis finish, dia unggul 4 detik atas Pedrosa dalam 4 lap terakhir. The Doctor was back.

Setelah Rossi memaksa pindah ke ban Bridgestone pada akhir musim tahun lalu, orang2 mulai bertanya-tanya apakah sang Italiano itu masih punya mojo. Ketenaran Rossi dibangun atas keyakinan bahwa dengan kemampuan luar biasa mengemudi dan membalapnya dia dapat mengubah motor dan mesin yang lemah menjadi pemenang. Salah satu contoh adalah ketika dia pindah dari mesin yang paling dominan di Moto-GP Honda RC211V ke Yamaha yang sangat jauh terbelakang. Dengan meminta ban pindah ke Bridgestone tahun ini, sepertinya Rossi mengakui bahwa kemampuannya telah menurun, dan dia butuh perlengkapan yang terbaik untuk tetap menang. Namun di Shanghai, dia membuktikan bahwa semua itu tidak benar. Trek di China ini bukanlah favorite salah satu merek ban, sehingga unsur ban bukanlah suatu hal yang penting. Cara Rossi memenangkan perlombaan cukup meyakinkan: melakukan manuver dan passing yang sempurna untuk memimpin lomba, dan menekan dari depan untuk memaksa lawan2nya menyerah sendiri.
Hal ini seperti menunjukkan pula bahwa Rossi yang telah lama malang melintang di dunia balap Moto-GP tidak berhenti untuk belajar. Di tahun 2007, Rossi mencoba mengalahkan Casey Stoner dan Dani Pedrosa dengan cara yang sama seperti dia mengalahkan Sete Gibernau dan Max Biaggi, yaitu dengan membuntuti dan mengikuti mereka dengan rapat sampai akhirnya mereka nervous dan membuat kesalahan sendiri. Namun Stoner dan Pedrosa sepertinya kebal dengan tipuan seperti itu, mereka tidak terpengaruh dan terus melaju dengan kencang. Ketika sadar lawan2nya tidak akan melakukan kesalahan, ban motornya telah terlalu aus untuk dipaksa mencoba melakukan manuver passing yang berat.

Di Shanghai kali ini, Rossi memberikan demonstrasi tentang bagaimana cara mengalahkan lawan2 seperti Pedrosa dan Stoner, menyalip mereka di awal lomba dan mulai menekan dari depan, bukan dari belakang. Pedrosa akhirnya menyerah, memilih untuk mengumpulkan angka kejuaraan daripada bertarung melawan Rossi untuk menang. Melawan Biaggi dan Gibernau, Rossi membuat mereka takut akan sesuatu yang tak dapat mereka lihat, dan menekan dari belakang. Melawan Pedrosa kali ini, Rossi membuatnya takut akan apa yang bisa dilihatnya, menyalip ke depan pembalap Spanyol itu dan mulai mengintimidasi dengan kecepatannya, membuat waktu lap yang semakin cepat setiap lapnya. Tidak diragukan lagi bahwa The Doctor juga akan memberikan perlakuan yang sama kepada Casey Stoner begitu ada kesempatan.

Dani Pedrosa walaupun kalah, namun sepertinya cukup puas mendapatkan 20 poin kejuaraan dan menjadikannya memimpin sendirian di klasemen sementara. Dani Pedrosa sepertinya punya tujuan untuk memenangkan kejuaraan dunia tahun ini. Pedrosa kali ini juga telah memberikan suatu perlawanan sengit. Dia telah mencoba menandingi seorang Valentino Rossi yang sedang naik daun sepanjang 17 lap, dan kemudian memilih untuk mendapatkan angka yang aman daripada bertarung mati-mati-an. Selain itu dia telah memaksa Rossi mengeluarkan seluruh kemampuannya, dengan menggunakan motor Honda-nya yang 8km/jam lebih lambat dalam hal top speed. Jika suatu saat nanti Pedrosa mendapatkan mesin baru Honda yang memakai katup pneumatic, akan terbayang pertarungan macam apa yang bisa disuguhkannya.

Juara Dunia Casey Stoner finish 15 detik dibelakang Rossi. Finish di urutan-3 menandai kembalinya Casey Stoner ke podium setelah mengalami masa-masa buruk di dua lomba sebelumnya. Di belakangnya finish ke-4 adalah Jorge Lorenzo, yang sempat terpuruk di urutan-9, Lorenzo berhasil menyalip beberapa pembalap di depannya untuk mencapai urutan ke-4. Dengan kedua engkel-kaki yang retak dan patah, finish diurutan-4 dalam kondisi tersebut merupakan suatu tanda akan talenta dan kekuatan Lorenzo. Finish di urutan-4 di Shanghai ini mungkin terasa lebih hebat daripada kemenangannya di Estoril sebelummnya.

Marco Melandri akhirnya finish diurutan-5 setelah terpuruk di urutan buncit pada pagelaran2 Moto-GP di awal musim ini.  Nicky Hayden dan Colin Edwards menempati urutan 6 dan 7.

Setelah hampir tidak diperhitungkan lagi di awal musim ini, di China, nama2 besar Moto-GP menunjukkan sebab kenapa mereka pantas memiliki nama besar tersebut. Valentino Rossi menunjukkan kehebatannya dalam perlombaan dengan gaya seorang The Doctor, menang dengan cara yang sepertinya mudah. Marco Melandri juga menunjukkan kembali kenapa dia dikenal sebagai pembalap yang terkenal.

Beberapa kesimpulan dapat ditarik, dengan 4 juara di 4 lomba yang berbeda, perebutan title juara dunia tahun ini akan sangat terbuka. Casey Stoner, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi nampaknya dapat memenangi balapan kapan saja dan masih terdapat 3-4 nama lain yang juga kelihatannya mampu untuk memenangi balapan.
Namun pelajaran yang paling berharga dalam lomba Moto-GP di Shanghai kali ini adalah kembalinya The Doctor ke performa terbaiknya. Dia akhirnya bisa mendapatkan set-up ban yang bisa bertahan sampai akhir lomba dan membuatnya dapat menekan dari awal hingga akhir balapan. Setelah 4 balapan dengan menggunakan ban Bridgestone, dia kembali menjadi pemenang, dan menang dengan sangat meyakinkan. Kemenangan ini kelihatan cukup berarti buat Rossi seperti yang ditunjukkannya dalam victory lap. Dalam kondisi terbaiknya seperti ini, The Doctor akan menjadi lawan yang ditakuti dan sulit untuk ditaklukan.

Sepertinya akan menjadi musim balapan Moto-GP yang seru.

Next race: Le-Mans, Prancis. Mengawali 7 seri balapan dalam 9 minggu



No Comment

Leave a Reply

You must be